Dinpar Masih Lakukan Pendataan, Belum Ada Destinasi Wisata Yang Ditutup

Rabu, Juni 16, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

                                                             

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro kembali diperpanjang mulai 15 hingga 28 Juni 2021 mendatang. Keputusan ini diambil guna mengendalikan tren peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh provinsi di Indonesia.


Sebagaimana bunyi dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2021, pemerintah memutuskan untuk memperketat aktivtias di tempat-tempat wisata. Misalnya, wisatawan yang berkunjung ke destinasi indoor diwajibkan untuk menjalani screening test antigen atau GeNose.


Sementara itu, pada lokasi wisata outdoor wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kemudian, khusus daerah dengan katageri zona oranye dan merah, kegiatan masyarakat di fasilitas umum termasuk tempat wisata dilarang.


Terkait hal itu, Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mengaku akan melaksanakan instruksi dari pemerintah pusat.

"Sama ya, itu seperti aturan saat pengetatan hari libur Lebaran. Itu kan sudah muncul di situ harus antigen atau GeNose," terang Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo saat dihubungi, Selasa.

Singgih melanjutkan, saat ini lebih dari 100 destinasi wisata di DIY yang telah beroperasi. Sebagian besar merupakan wisata outdoor. Misalnya seperti pantai dan wisata alam lainnya.

"Sebetulnya di Yogya rata-rata yang outdoor yang beroperasi. Yang indoor mungkin jumlahnya sedikit," paparnya.


Disinggung apakah telah melakukan pendataan terkait destinasi wisata yang berada di zona merah, Singgih mengaku belum bisa memberi penjelasan. Pasalnya, upaya pendataan baru akan dilangsungkan. Terlebih, aturan itu baru diterbitkan pada Senin.


"Untuk saat ini kami belum update, kami akan koordinasi dengan kabupaten dan kota. Ini kan aturan baru berlaku hari ini untuk zona merah dan oranye," terangnya.


Hingga saat ini pun belum ada satupun destinasi wisata di DIY yang mengalami penutupan. Karena saat momen libur Lebaran 2021 lalu, tidak ditemui adanya destinasi wisata yang berada di zona merah.


Singgih melanjutkan, secara umum jumlah wisatawan yang menyambangi DIY agak menurun. Pada masa sebelum pandemi Covid-19 melanda, biasanya bisa terdapat lebih dari 80 ribu wisatawan di akhir pekan. Adapun saat ini jumlahnya berkisar 40 ribu wisatawan.


Sehari 300 Pelanggaran
Tim Satuan Polsisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengklaim masih banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) yang dilakukan oleh wisatawan. Kasatpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan, rata-rata per hari saat Sabtu-Minggu terdapat 300 pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan.

Ia menjelaskan, pelanggaran prokes oleh wisatawan itu banyak ditemui di kawasan pantai. "Rata-rata pas Sabtu-Minggu itu ada 300 per hari. Pelanggaran rata-rata tidak pakai masker," kata Noviar, Selasa.


Ia menambahkan, sanksi yang diberikan selain teguran lisan, para pengak hukum itu tak sungkan untuk memberikan sanksi fisik berupa push up hingga sanksi sosial membersihkan tempat umum. "Sanksinya masih sama. Selain teguran lisan, pelanggar ada yang kami minta push up dan sanksi sosial," ungkapnya.


Masih kata Noviar, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro di DIY, wisatawan asal Jawa Tengah paling banyak berkunjung ke DIY. Sementara untuk pengamanan obyek wisata tengah kota, Noviar menegaskan bahwa hal itu tetap dilakukan.


Pihak Satpol PP DIY bekerja sama dengan Satpol PP Kota Yogyakarta untuk membagi tiga shift dalam pengawasan.

"Kalau di kota tetap kami lakukan pengawasan. Ada dibagi tiga shift, tapi paling banyak pelanggaran memang di kawasan pantai," pungkasnya.




Sumber :TribunJogja.com

0 comments: