Garut Masih Terapkan Pembatasan Kunjungan 25 Persen di Tempat Wisata



Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih menerapkan pembatasan kunjungan wisatawan sebesar 25 persen di destinasi wisata akibat pandemi Covid-19. Melansir dari Antara pada  Minggu, hal tersebut dikonfirmasi oleh Bupati Garut Rudy Gunawan. 

“Tempat wisata tetap dibatasi untuk menghindari kerumunan orang, dibatasi 25 persen dari kapasitas tempat,” ucap Rudy.

Ia menambahkan, terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Garut per harinya. Alhasil, pembatasan kunjungan dinilai sebagai upaya untuk mencegah penyebaran. Selain pembatasan kunjungan, pihaknya juga memberlakukan tes rapid antigen secara acak. Hal tersebut berdasarkan surat edaran untuk tempat wisata dan hotel.

“Oleh kita dilakukan (tes rapid) antigen secara acak, kami menyediakan gratis,” kata dia

Ia mengimbau wisatawan yang berkunjung ke Garut untuk menerapkan protokol kesehatan, termasuk tidak berwisata jika sakit dan jujur jika demam. 

“Tamu hotel itu sebenarnya diukur suhu tubuh. Dia harus jujur. Yang datang itu harus jujur kalau dirinya demam dan sakit,” ujarnya.

Demi kepentingan bersama Sementara itu, Senior Sales Manager Resort Kampung Sampireun di Kecamatan Samarang, Garut, Rina Anwar menyatakan kesiapannya untuk menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, protokol kesehatan diterapkan demi kepentingan bersama untuk saling menjaga kesehatan dan kenyamanan antar pengunjung dan pihak pengelola. 

“Tingkat keamanan dan rasa nyaman itu wajib, protokol kesehatan itu wajib,” kata Rina.



Sumber : Kompas.com

No comments

Powered by Blogger.