HUT Ke-494 Jakarta, Yuk Kulik Lagi Sejarah Roti Buaya Khas Betawi

Rabu, Juni 23, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


HARI ini, Selasa 22 Juni 2021, menjadi momen Hari ulang tahun (HUT) DKI Jakarta. Tahun ini Ibu Kota tepat berusia 494 tahun. Membahas Kota Jakarta, tidak lepas dari budaya Betawi. Mulai keseniannya hingga kuliner-kuliner khas yang bercita rasa unik serta tidak terlupakan.

Salah satu kuliner khas Jakarta yang cukup populer dan masih eksis hingga kini adalah roti buaya . Sesuai namanya, ini merupakan hidangan berupa roti dalam bentuk buaya yang biasanya ada di upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi.

Berdasarkan data yang dihimpun Litbang MNC Portal Indonesia, roti buaya adalah lambang kesabaran. Sebab, biasanya buaya sangat jeli dan sabar menunggu buruannya. Beberapa orang juga beranggapan jika buaya adalah lambang kejantanan.

Roti buaya. (Foto: Okezone)

Selain itu, ini berkaitan juga dengan Jakarta yang dikelilingi oleh 13 sungai atau kali dan menjadikan masyarakatnya sebagai "masyarakat sungai". Beberapa sungai atau kali yang mengelilingi Jakarta adalah Kali Lebak Bulus, Kali Cideng, dan Kali Gunung Sahari. Diketahui di Kali Gunung Sahari itulah sering terlihat sepasang buaya putih yang Bernama Ki Srintil dan Ni Srintil.

Sementara peneliti sejarah Betawi JJ Rizal mengatakan sifat buaya yang hanya kawin sekali di sepanjang hidupnya juga menjadi inspirasi lain dari lahirnya roti buaya. Oleh karena itu, roti buaya dalam acara pernikahan diharapkan bisa menjadi contoh bagi pasangan yang melangsungkan pernikahan.

Di acara pernikahan, roti buaya dijadikan hantaran mempelai pria kepada mempelai wanita. Saat dipakai sebagai hantaran, roti buaya juga harus dalam kondisi yang bagus, tanpa adanya cacat sebelum resmi diterima oleh pengantin wanita.



Sumber : okezone.com

0 comments: