Jelang Haji, Arab Saudi Dilanda Gelombang Panas

Jumat, Juni 25, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Penyelenggaraan ibadah haji di tengah pandemi corona tahun lalu. (Saudi Media Ministry via AP)


Gelombang panas tinggi yang memicu kenaikan suhu ekstrem diperkirakan akan menyelimuti Arab Saudi, terutama kota Mekkah, selama beberapa waktu ke depan.

Menurut Pusat Meteorologi Nasional Saudi (NCM) cuaca diprediksi akan naik dengan signifikan selama musim panas kali ini hingga mencapai 48 derajat Celcius.

Dikutip The Middle Eyes Monitor, kondisi langit dalam beberapa waktu ke depan juga diperkirakan akan berawan. Awan petir juga diprediksi mungkin terjadi di beberapa tempat di Arab Saudi seperti Jazan dan Asir hingga meluas ke Al-Baha.

Prakiraan cuaca ekstrem ini muncul ketika Kota Mekkah tengah mempersiapkan gelaran ibadah haji 2021.

Ibadah haji akan dimulai sekitar pertengahan Juli. Untuk kedua kalinya, Arab Saudi tidak menerima jemaah haji internasional karena pandemi virus corona yang masih berlangsung.

Sebagian negara di Eropa dan Asia bahkan tengah menghadapi gelombang dua penularan Covid-19 yang lebih parah akibat kemunculan berbagai mutasi dan varian baru virus corona.

Akibatnya, pemerintah Saudi memutuskan hanya menerima sekitar 60 ribu jemaah haji lokal untuk tahun ini.

Peserta haji khusus warga Arab Saudi dan ekspatriat yang telah bermukim di wilayah Kerajaan.

"Mengingat apa yang telah menjadi perhatian seluruh dunia dari perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) yang berkelanjutan, serta munculnya mutasi baru. Maka pendaftaran haji akan dibatasi sebagai upaya kami menjalankan tugas. Hanya untuk penduduk dan warga dari dalam kerajaan saja," kicau Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, di Twitternya, Sabtu (12/6).

Selain itu, Kementerian mengingatkan syarat haji kali ini adalah warga Arab Saudi yang sudah menerima suntikan dosis vaksin Covid-19 secara lengkap.

Namun demikian, bagi warga Arab yang baru menerima suntikan dosis pertama dengan jangka waktu 14 hari, tetap diperbolehkan.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: