Jelang Peringatan Tiananmen, Aktivis Demokrasi Hong Kong Ditangkap

Sabtu, Juni 05, 2021 Majalah Holiday 0 Comments




     Polisi Hong Kong menahan seorang aktivis pro demokrasi menjelang peringatan tragedi Tiananmen pada Jumat (4/6). 

Penangkapan itu terjadi pada Jumat pagi ketika Chow Hang-tung (37), salah satu dari aktivis yang belum dipenjara, ditahan oleh empat polisi di luar kantornya.

Ia merupakan salah satu penyelenggara acara peringatan tragedi Tiananmen.

Seorang sumber polisi mengatakan kepada AFP bahwa dia telah ditahan karena dicurigai mempublikasikan pertemuan yang melanggar hukum.

Kerumunan besar yang berkumpul di Hong Kong pada biasanya memperingati tragedi saat para demonstran pro-demokrasi yang berdemo secara damai di Alun-alun Tiananmen, Beijing, ditembaki oleh para tentara dan tank-tank militer China pada 4 Juni 1989 silam.

Ribuan petugas kepolisian bersiaga untuk mencegah upaya-upaya peringatan tragedi Tiananmen di Hong Kong, yang biasanya dilakukan dengan penyalaan lilin bersama - telah dilakukan selama beberapa dekade terakhir. 

Ratusan orang tewas dalam peristiwa tersebut, dengan perkiraan lebih dari 1.000 korban.

Di bawah kebijakan 'satu negara dua sistem' yang dimaksudkan untuk memberi lebih banyak kebebasan bagi Hong Kong, kota itu menjadi satu-satunya tempat di mana peringatan besar-besaran ditoleransi dan kerumunan orang setiap tahunnya di Taman Victoria.

2020 lalu, otoritas melarang peringatan tragedi Tiananmen dilarang karena alasan pandemi virus Corona (COVID-19), namun ribuan orang mengesampingkan larangan tersebut. 

Tetapi banyak yang telah berubah di Hong Kong selama setahun terakhir ketika pihak berwenang berusaha untuk memadamkan gerakan pro-demokrasi dengan menggunakan undang-undang keamanan nasional baru yang kuat untuk mencegah banyak perbedaan pendapat.

China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong hanya beberapa pekan setelah demo yang terjadi 2020 lalu sebagai tanggapan atas demo pro-demokrasi yang besar.

Lebih dari 100 aktivis telah ditangkap di bawah undang-undang baru itu, sebagian besar karena pandangan politik dan pidato mereka.

Sumber :Liputan6

0 comments: