Kandungan Kalsit Lumpur di Cirebon Sempat Dimanfaatkan Pabrik Pasta Gigi

Kamis, Juni 03, 2021 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



  Dinas Energi Sumber dan Mineral (ESDM) Wilayah VII Jabar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon meneliti kandungan kimia semburan lumpur di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang.

Fenomena munculnya semburan lumpur sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Namun, kemunculan titik semburan berpindah-pindah. Warga sekitar sempat menutup semburan pada beberapa tahun belakangan. Namun, empat bulan belakangan kembali muncul.

Plt Kasi Penambangan dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Jabar Arip Budiman mengatakan dari hasil penelitian awal bahwa kejadian semburan lumpur sudah terjadi sejak 1970-an. Arip juga menceritakan salah satu pabrik pasta gigi sempat memanfaatkan kandungan kalsit, atau kalsium karbonat di kawasan lokasi semburan.

"Memang kalsit di kawasan ini sempat dimanfaatkan oleh salah satu pabrik pada tahun 70-an. Kalsit itu bahan baku untuk odol (pasta gigi). Menurut keterangan pihak desa, pabrik ini tutup sekitar tahun 80-an," kata Arip, Kamis (3/6/2021).

Arip menjelaskan kawasan semburan lumpur pada 2012 tercatat sebagai wilayah pemanfaatan energi geotermal, yang masuk dalam wilayah Gunung Kromong. Namun, kebijakan pemanfaatan panas bumi di lokasi tersebut dibatalkan.

"Kebijakannya waktu itu lebih memilih mengambil panas bumi untuk energi listrik di kawasan Kuningan. Mungkin kurang potensial atau bagaimana. Perlu ada kajian lagi," kata Arip.Sekadar diketahui, petugas telah mengambil sampel berupa bebatuan, lumpur, suhu dan air yang berada di lokasi semburan untuk diteliti lebih lanjut. Dari hasil tinjauan awal itu, petugas menemukan adanya energi panas bumi.


"Setelah data terkumpul nanti kita informasikan untuk kebijakan pimpinan. Memang dugaan awal bau belerang, kalau saat ini lebih ke minyak tanah bau menyengatnya," kata Arip.

Senada disampaikan salah seorang pegawai Pemdes Cipanas Yayan Ahmad Sidik. "Dulu memang sempat dimanfaatkan untuk pabrik. Tutup tahun 80-an. Sudah ada sejak dulu," kata Yayan.

Yayan mengatakan semburan lumpur yang saat ini tengah diteliti dinas muncul sekitar empat bulan lalu. Sebelumnya, semburan lumpur juga sempat muncul di lokasi yang berbeda. Jaraknya sekitar 10 meter dari lokasi saat ini.

"Dulu itu ada, kemudian ditutup sekitar 2014. Beberapa tahun muncul lagi, kemudian ditutup. Dan, sekarang muncul lagi baru empat bulanan," kata Yayan.

sumber ; detik.com

0 comments: