Kerajaan Bali: Sejarah, Raja Terkenal, dan Jejak Peninggalan

Jumat, Juni 04, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Kerajaan Bali merupakan kerajaan bercorak Hindu Buddha yang terletak di Pulau Bali. Kerajaan Bali memiliki sejumlah jejak peninggalan.(Foto: iStockphoto/master2)

 

Kerajaan Bali merupakan kerajaan tertua bercorak Hindu Buddha yang terletak di Pulau Bali. Kerajaan Bali memiliki sejarah panjang dan jejak peninggalan yang masih bisa dilihat hingga saat ini.

Kerajaan Bali berdiri sekitar abad ke-10 hingga awal abad ke-20. Saat berdiri, Kerajaan Bali berada di bawah kepemimpinan Dinasti Warmadewa. Saat itu, agama yang berkembang adalah Buddha. Selang beberapa tahun kemudian, agama Hindu mulai masuk dan banyak dianut warganya.

Pusat dari kerajaan Bali terletak di Bedulu, Gianyar. Letak dari kerajaan Bali ini dekat dengan Pulau Jawa bagian Timur. Keduanya memiliki kedekatan dalam hubungan kebudayaan, termasuk ikatan dengan Dinasti Isyana di Jawa Timur.

Kehidupan Ekonomi dan Sosial Kerajaan Bali

Panorama Bali terraced rice paddy with Tegalalang village on a hot Springtime day.Pada masa Kerajaan Bali, raja-raja memusatkan ekonomi masyarakat dari sektor pertanian. (Foto: Istockphoto)

Sejak abad ke-10, masyarakat Bali sudah mengenal sistem pertanian yang kemudian dikembangkan sebagai sumber perekonomian.

Raja-raja di Bali memusatkan ekonomi dari sektor pertanian. Sebagian besar warga bekerja mengelola sawah, ladang, dan perkebunan.

Selain pertanian, peternakan, dan perburuan turut dikembangkan. Beberapa warga lainnya juga ada yang bekerja untuk menjalankan pusat kerajinan dari emas dan perak.

Kehidupan sosial Kerajaan Bali tidak terlepas dari adat istiadat yang sudah tertanam sejak dahulu. Bahkan sampai saat ini, budaya turun temurun itu masih dilestarikan.

Berdasarkan temuan prasasti dari para raja, adat istiadat penduduk Bali sama dengan masyarakat Ho-Ling (Kalingga) yang berkiblat Hindu-Buddha.

Salah satu adat di Bali dan masih berlaku sampai sekarang yaitu Ngaben. Pada prosesi ini, setiap warga Bali yang beragama Hindu ketika meninggal, jenazahnya dibakar sampai menjadi abu.

BALI, INDONESIA - 8 DESEMBER: Api membakar usungan jenazah pada Upacara Ngaben di Banjar Tengah Kauh, Kabupaten Ubud, Bali, Indonesia pada tanggal 12 Desember 2017. Ngaben adalah ritual pemakaman Hindu berupa upacara kremasi tradisional untuk orang yang sudah meninggal di pulau ini. Ngaben kali ini khusus digelar untuk dua orang, Anak Agung Gede Ngurah (76) dan istrinya. Ratusan orang yang terdiri dari keluarga, masyarakat dan wisatawan menghadiri upacara masal ini.
 ( Mahendra Moonstar - Anadolu Agency )Upacara Ngaben merupakan salah satu tradisi turun temurun yang sudah dilakukan sejak masa Kerajaan Bali. Kerajaan Bali berdiri pada abad ke-10. (Foto: Anadolu Agency/Mahendra Moonstar)

Raja-raja Kerajaan Bali yang Terkenal

Raja Kerajaan Bali yang terkenal kebanyakan berasal dari Dinasti Warmadewa. Berikut beberapa nama raja Bali yang terkenal.

  1. Sri Kesari Warmadewa (882-914 M)
  2. Raja Udayana (989-1011 M)
  3. Marakata Pangkaja (1011-1022 M)
  4. Anak Wungsu (1049-1077 M)
  5. Paduka Sri Maharaja Sri Jayasakti (1133-1150 M)
  6. Sri Astatura Ratnabhumibanten (1337-1343 M)

Jejak Peninggalan Kerajaan Bali

Ada banyak jejak peninggalan Kerajaan Bali yang sampai saat ini masih bisa dilihat dan dikunjungi, di antaranya:

1. Prasasti Blanjong

Prasasti Blanjong adalah peninggalan bersejarah yang memuat pesan berbahasa Bali dan dibuat oleh Sri Kesari Warmadewa. Prasasti ini ditemukan di Sanur Kauh, Denpasar Selatan.

2. Prasasti Panglapuan

Prasasti Panglapuan adalah peninggalan kerajaan Bali yang berisi pesan tentang para penguasa kerajaan seperti Udayana, Jayapangus dan Anak Wungsu.

3. Prasasti Anak Wungsu

Prasasti Anak Wungsu adalah peninggalan dari Raja Anak Wungsu yang berjumlah 28 buah. Selain prasasti, ada Goa Gajah, Pura Gunung Penulisan, dan Pura Gunung Kawi.

4. Pura Agung Besakih

Sejumlah Umat Hindu menggelar upacara di Pura Besakih yaitu Pura yang berada di kaki Gunung Agung, Karangasem, Bali, Selasa (19/9). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana merekomendasikan zona larangan aktifitas hingga enam kilometer dari puncak Gunung Agung menyusul meningkatnya aktifitas gunung tertinggi di Bali itu hingga pada level siaga. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/pd/17.Pura Agung Besakih merupakan salah satu jejak peninggalan Kerajaan Bali yang masih bisa dikunjungi hingga saat ini. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Pura Agung Besakih merupakan tempat pemujaan yang menjadi cikal bakal agama Hindu di Bali. Lokasinya di Desa Besakih, Karangasem, Bali.

5. Candi Padas

Candi Padas adalah situs purbakala pada masa pemerintahan Raja Udayana hingga Raja Anak Wungsu yang letaknya di Sungai Pakerisan, Gianyar, Bali.

6. Candi Mangening

Candi Mangening termasuk peninggalan masa Kerajaan Bali yang ditemukan pada 1925 di Gianyar. Salah satu arca sakralnya yang masih ada yaitu Lingga Yoni.

7. Candi Wasan

Jejak peninggalan Kerajaan Bali berikutnya Candi Wasan yang pernah menjadi tempat spiritual pada masanya dengan bukti ditemukan sejumlah arca, salah satunya arca Ganesa.

Itulah sejarah Kerajaan Bali beserta kehidupan masyarakat dan jejak peninggalannya.



Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: