Mitra GrabFood Tarakan Ini Raup Sukses dari Bisnis Makanan Sehat

Sabtu, Juni 12, 2021 Majalah Holiday 0 Comments



Mengkonsumsi makanan sehat kini makin digemari masyarakat terutama masyarakat urban di masa pandemi. Ini membuat bisnis makanan sehat makin menjamur dan diminati para pelaku usaha.


Salah satu yang sukses mengembangkan bisnis ini adalah Rosliana dengan bendera Smile Food di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.


Rosliana, memulai bisnis makanan sehat sejak 2018 dan bergabung menjadi seller di GrabFood untuk memasarkan produknya ke konsumen yang lebih luas di Tarakan.


Ia memulai usaha karena hobinya yang suka traveling dan kuliner membuat dirinya tertarik untuk membuat makanan kesukaannya.


"Saya mulai buka bisnis kuliner di tahun 2018. Awalnya saya suka jalan-jalan ke Bangkok, di sana saya suka makan Mango Sticky Rise. Nah kepikiran buat bikin dan jual. Akhirnya viral dan bisa jual 200 box sehari," tutur wanita yang akrab disapa Lina saat ditemui di kedai miliknya.


Di Indonesia buah mangga tersedia hanya saat musimnya, setelah musim mangga berakhir, Lina membuat menu baru.


Asinan yang ia buatpun laku keras, banyak pesanan datang dan membuatnya berhasil menjual 500-600 porsi dalam sehari.


"Setelah 6 bulan laris banyak, mulai menurun. Akhirnya saya inovasi bikin salad buah sampai sekarang," jelas Lina.


Lina mulanya memasarkan dagangannya melalui Instagram dan para follower-nya menjadi pelanggan setia Smile Food.


Saat pesanan datang dari pengikutnya di Instagram, biasanya Lina menggunakan jasa Grab Express untuk mengantarkan produknya ke pelanggan.


Makanan sehat yang dibuat oleh Lina sudah disesuaikan dengan selera orang Tarakan, sehingga banyak konsumennya yang selalu pesan.


Tak hanya datang dari Tarakan, pembeli produk makanan sehat Lina juga berasal dari Tanjung dan Nunukan.


Ia menggunakan jasa pengiriman same day delivery untuk pesanan di luar Pulau Tarakan.

Saat ini ada 10 menu makanan dan minuman sehat yang dijual Lina melalui Grab Food dengan rentang harga mulai Rp 18.000 - Rp 125.000.


"Awalnya saya ngejual satu menu itu bisa 300-500 porsi, itu sebelum pandemi. Nah menu yang dulu-dulu sempet viral tetap kita jual, tapi kita buatnya ngga banyak. Supaya penjualan tetap di 300-500 porsi, jadi saya buat menu yang banyak tapi jumlahnya sedikit antara 50-70 box, supaya penjualan tetap diangka 300-500 porsi. Tapi kalau ada pemesanan ya kita terima. Total karyawan ada 8 orang. Omset saya sehari bisa sampai di atas Rp 5 juta," terang Lina.





Sumber : Tribunnews.com

0 comments: