Pelaku bisnis di Malaysia berteriak minta pemerintah membuka ekonomi

Senin, Juni 28, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ratusan kelompok bisnis di Malaysia mendesak pemerintah untuk segera membuka kembali perekonomian. Mereka menilai, kebijakan penguncian "penuh" selama empat minggu untuk menangani Covid-19 tidak menunjukkan tanda-tanda memenuhi target pemerintah untuk pindah ke fase kedua yang lebih santai.

Melansir Straits Times, Industries Unite (IU), yang terdiri dari 112 kelompok bisnis yang mewakili lebih dari 3 juta bisnis yang sebagian besar telah ditangguhkan sejak 1 Juni, mengatakan pada hari Sabtu bahwa anggota mereka kehilangan kepercayaan pada rencana pemulihan empat fase pemerintah. 

Rencananya, seperti yang ditetapkan oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin awal bulan ini, Malaysia mempertimbangkan sebagian besar bisnis untuk dibuka kembali pada akhir Agustus.

Tetapi IU mengatakan, angka vaksinasi dan angka harian Covid-19 saat ini tidak mendukung keyakinan bahwa target dapat terpenuhi.

Malaysia berada di fase pertama dari rencana pemerintah dan telah berjuang untuk memenuhi targetnya untuk pindah ke fase kedua.

Data Straits Times menunjukkan, Malaysia yang sudah 26 hari memasuki Perintah Kontrol Gerakan (MCO) "penuh" 28 hari, mencatat 5.803 infeksi baru pada hari Sabtu.

Angka ini jauh di atas target ambang batas di bawah 4.000 kasus untuk transisi ke fase kedua.

Pemerintah juga tidak dapat sepenuhnya memvaksinasi 10% dari populasi seperti yang direncanakan. Hanya sekitar 6% yang telah divaksinasi lengkap sejauh ini.

Indikator ketiga yang digunakan oleh pemerintah, penggunaan tempat tidur dalam level moderat di unit perawatan intensif, juga belum terpenuhi karena ICU rumah sakit beroperasi pada kapasitas di atas 90%.

Fase ketiga seharusnya dimulai sekitar Agustus ketika kasus Covid-19 harian turun di bawah 2.000 dan dengan 40% populasi divaksinasi penuh.

"Kami memiliki sangat sedikit harapan bahwa kami akan mencapai target transisi ke Fase 3 pada Agustus. Akhir tahun tampaknya lebih mungkin," kata David Gurupatham, koordinator koalisi IU dalam jumpa pers. "Tapi akhir tahun, mereka (usaha) akan hilang, tidak akan ada yang tersisa."

Datuk David mengatakan, 80% bisnis yang diwakili oleh koalisi tidak dapat lagi memenuhi kewajiban keuangan mereka. Setidaknya 40% bisnis telah ditutup dan 20% lainnya menghadapi risiko penutupan, tambahnya.

Bisnis yang diwakili oleh IU berkisar dari usaha kecil dan menengah, rantai ritel, restoran, industri seni dan juga pelaku pariwisata.

"Orang-orang berjuang untuk menyediakan makanan di atas meja, berapa bulan cadangan yang bisa dimiliki bisnis?" tanya David.

Dia menambahkan bahwa sebagian besar bisnis tidak dapat bertahan lebih dari beberapa bulan ke depan.

Federasi Produsen Malaysia pada hari Jumat juga mendesak pemerintah untuk pindah ke fase kedua pada minggu depan, dan memungkinkan lebih banyak sektor ekonomi untuk beroperasi.

"Oleh karena itu, harus ada lebih banyak fokus untuk mendukung sektor swasta untuk memulihkan ketahanan dan keberlanjutan seiring dengan upaya program imunisasi yang sedang berlangsung yang pada akhirnya akan membawa kita kembali ke tingkat normal bisnis," katanya.



Sumber : Kontan.co.id

0 comments: