Perbatasan India-Pakistan Punya Upacara Bendera Paling Epik

Senin, Juni 28, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Upacara penurunan bendera di Attari-Wagah, perbatasan India-Pakistan. (Dok. CNN)


Pakistan baru-baru ini mengizinkan sejumlah kecil penonton untuk kembali menyaksikan upacara penurunan bendera yang disebut Beating Retreat di perbatasan Attari-Wagah.

Parade militer India dan Pakistan, yang sebelum pandemi virus Corona ditonton oleh ribuan orang setiap harinya, telah mengalami jeda yang lama sejak kedua negara menutup perbatasan mereka untuk mengekang penyebaran Covid-19.

Namun upacara itu terus berlangsung secara terpisah di kedua sisi perbatasan, bahkan selama penguncian wilayah (lockdown), meski tertutup untuk umum.

Menyusul keputusan Pakistan untuk membuka tempat-tempat umum di tengah penurunan kasus Covid-19, massa telah kembali dengan semangat untuk menyemangati penjaga perbatasan Wagah.

Tapi, keheningan amat terasa di sisi perbatasan India, karena tidak ada kerumunan penonton.

Di sisi Pakistan, stadion yang memiliki kapasitas untuk menampung lebih dari 5.000 penonton pada satu waktu, sekarang hanya diisi 150-200. Itu pun di akhir pekan. Di hari biasa bakal lebih sepi.

Semua yang datang diharapkan untuk mematuhi protokol virus Corona yang ketat: pemeriksaan suhu di dua titik, cuci tangan dan mereka diharuskan mengenakan masker saat masuk.

Tempat duduk stadion diganti dengan kursi tamu khusus dengan jarak empat kursi antara setiap individu.

Meskipun lebih sepi dan lebih ketat aturan, namun orang-orang menyambut dimulainya kembali upacara dengan sangat antusias.

Bagi Syekh Mohammad Ramzan, yang datang untuk menyaksikan pawai dari Faisalabad, upacara tersebut memiliki makna emosional yang besar.

"Nenek moyang saya telah bermigrasi ke Pakistan melalui rute yang sama pada musim panas 1947, jadi melihat upacara berlangsung adalah momen sentimental bagi saya. Saya senang orang-orang sekarang diizinkan untuk menghadiri upacara, tetapi saya merindukan sorak-sorai yang memekakkan telinga dari ratusan dan ribuan orang di kedua sisi perbatasan. Saya merasakan adrenalin setiap kali kerumunan meraung," katanya, seperti yang dikutip dari The Express Tribune pada Jumat (25/6).

Saima Sheikh, petugas dalam upacara menghargai keputusan Pakistan untuk melanjutkan kembali upacara tradisional ini.

"Sorak-sorai dan slogan tidak sekeras dulu, tapi saya harap kita bisa segera kembali menyaksikan semangat yang sama seperti sebelum Covid-19. Pengalaman tidak lengkap tanpa kerumunan orang India dan saya berdoa kedua negara segera mengalahkan pandemi dan melanjutkan kehidupan normal," ujarnya.

Sejarah upacara di Wagah

Perbatasan Attari-Wagah ialah titik di mana Pakistan dan India menjaga kawasan Kashmir yang diklaimnya.

Sementara Kashmir yang dikuasai India dan Kashmir yang dikuasai Pakistan dipisahkan oleh perbatasan de facto 435 mil yang dikenal sebagai Garis Kontrol (LoC), desa Wagah berada di perbatasan internasional di selatan, antara kota Lahore di Pakistan dan kota Amritsar di India.

Wagah melintang di perbatasan - dengan bagian timur di India dan bagian barat di Pakistan - dan berada di Grand Trunk Road, salah satu rute darat utama antara kedua negara.

Pos perbatasan telah mengambil peran simbolis dalam konflik selama puluhan tahun atas Kashmir, meskipun berada di luar wilayah yang disengketakan, berkat parade militer harian yang dikenal sebagai upacara Beating Retreat.

Setiap malam di sana selama 60 tahun, Rangers Pakistan dan Pasukan Keamanan Perbatasan India telah mengambil bagian dalam upacara penurunan bendera sebelum matahari terbenam, biasanya sekitar jam 16.00 sore waktu lokal.

Cuplikan video dari upacara itu menunjukkan para penonton diatur di bangku bergaya stadion di sepanjang jalan, yang berteriak dan bertepuk tangan dengan lagu latar bertema patriotik.

Personel militer dengan regalia lengkap - dipilih yang berpostur tinggi, aksesori juga termasuk topi menjulang - melakukan pawai barisan cepat yang rumit serta aksi tendangan tinggi.

Kemudian para prajurit menurunkan dan melipat bendera negara masing-masing dan berjabat tangan, sebelum menutup gerbang perbatasan dengan gemuruh terakhir.

Ini adalah pertunjukan militer yang gagah sekaligus indah. Tak hanya warga, wisatawan mancanegara juga berdatangan.

Tetapi Beating Retreat jika situasi kurang kondusif. Sebelum pandemi virus Corona, pernah juga terjadi kasus ditangkapnya pilot India di wilayah Pakistan, yang mengakibatkan upacara tradisional ini gagal digelar.



Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: