Pesta Budaya Rondang Bittang, Momen Muda Mudi Simalungun Cari Jodoh

Selasa, Juni 22, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Kontingen dari 34 kecamatan mengikuti parade pembukaan Pesta Rondang Bittang dengan mengenakan pakaian adat. Foto SINDOnews




SIMALUNGUN - Masyarakat Kabupaten Simalungun merupakan salah satu masyarakat di Sumatera Utara yang kaya akan kesenian dan budaya yang sampai sekarang tetap dijaga kelestariannya.

Salah satu pesta budaya yang setiap tahun dilaksanakan adalah 'Rondang Bittang' (PRB) yang diikuti utusan dari 32 kecamatan di Kabupaten Simalungun.


Pesta Rondang Bittang merupakan perayaan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil panen, namun lebih diperuntukan bagi muda mudi dan dilaksanakan pada terang bulan.

Pesta biasanya dilaksanakan dengan sangat meriah dan dihadiri muda mudi yang sudah menunggu-nuggu pesta yang digelar setiap tahun.

Muda mudi Simalungun juga menjadikan PRB untuk melirik pasangan hidupnya dan tidak sedikit yang usai bertemu dalam pesta itu melanjutkan hubungan hingga ke jenjang pernikahan.

Sayangnya PRB yang juga menyajikan pameran komoditi unggulan dari 34 kecamatan dan menjadi sajian pariwisata rutin, sejak pandemi COVID-19 tidak terselenggara.

Setiap kali pelaksanaannya, juga diperlombakan berbagai cabang olahraga tradisional Simalungun dan kecamatan terbaik akan mendapat piala dan penghargaan dari bupati.

Biasanya untuk memulai pesta “Rondang Bittang” diawali dengan mamuhun. Mamuhun berarti meminta ijin pada keturunan Raja Simalungun untuk melaksanakan adat.

Pihak yang menggelar kegiatan akan memberikan sirih, ayam, beras dan sejumlah uang. Dalam meminta ijin kepada raja-raja diberikan sejumlah uang mulai dari 6,12,24 dan 48 dalam bentuk sen dahulu dan saat ini dalam bentuk rupiah.

"Itu merupakan simbol kesejahteraan sekaligus ungkapan syukur dan bentuk penghormatan kepada raja-raja,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Simalungun, Resman Saragih.

Resman menambahkan, sebelum penyelenggaraan PRB, panitia maupun keturunan raja-raja Simalungun akan berziarah ke makam raja-raja yaitu Raja Simalungun, Raja Siantar, Pane, Tanah Jawa, Purba, Dolok Silou, Silimakuta, dan makam Raja Raya, Saragih Garingging.

Pesta Budaya Rondang Bittang, Momen Muda Mudi Simalungun Cari Jodoh


Usai pulang dari makam, keturunan raja dan tetua adat saling memberikan dayok nabinatur. Makanan tradisional, ayam masak dicampur perasan kulit kayu, jahe, dan cabai rawit jadi penutup mamuhun. Barulah pada malam harinya digelar pesta seni dan budaya sebagai hiburan untuk masyarakat.

Arti kata Rondang Bittang adalah "terang benderang". Yang berasal dari kata rondang yang berarti terang, benderang, melebihi terang yang biasa. Itu sebabnya pesta rondang bintang biasanya digelar pada malam hari di saat bulan purnama.


Bagi masyarakat Simalungun, Rondang Bittang merupakan pesta adat yang menggambarkan ungkapan bentuk rasa syukur atas panen raya yang telah dilakukan. Para muda-mudi Simalungun memanfaatkannya sebagai sarana mencari jodoh.

Cerita orang tua, pada zaman dahulu, pada pesta ini para gadis keluar untuk menumbuk padi bersama. Dan setelah perhatian didapat dari sang pemuda, maka para gadis pun mengikuti proses maranggir atau pembersihan diri. Ramuan khusus yang digunakan pada pembersihan diri ini adalah jeruk purut sebagai simbol pembersihan badan, hati, dan pikiran.

Sampai kini pesta budaya Rondang Bintang masih tetap agenda tahunan untuk dilaksanakan di Simalungun, namun dua tahun belakangan tidak terlaksana, karen larangan kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19.

Sumber : sindonews.com

0 comments: