Sejarah Berdirinya OKI, Organisasi Kerja Sama Islam

Senin, Juni 28, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

OKI adalah singkatan dari Organisasi Kerja Sama Islam yang dahulu bernama Organisasi Konferensi Islam. Berikut sejarah berdirinya OKI.(Foto bendera negara OKI: AFP Photo/Stringer)

OKI merupakan singkatan dari Organisasi Kerja Sama Islam (Organisation of Islamic Cooperation/OIC) yang dahulu bernama Organisasi Konferensi Islam. OKI adalah organisasi internasional yang terdiri dari 57 negara anggota yang tersebar di seluruh dunia. Indonesia termasuk salah satu anggota OKI.

Sejarah berdirinya OKI berawal dari peristiwa pembakaran masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada 1969.

Saat itu, para pemimpin negara Islam langsung menyelenggarakan pertemuan pada 25 September 1969 atau 12 Rajab 1389 Hijriah di Rabat, Maroko. Dalam pertemuan inilah OKI didirikan dengan penandatanganan piagam OKI.

Organisasi ini awalnya berdiri sebagai solidaritas sesama muslim di dunia untuk melindungi tempat-tempat suci umat Islam.

Pada 1970, digelar pertemuan pertama Konferensi Menteri Luar Negeri Islam (ICFM) di Jeddah, Arab Saudi. Pada pertemuan ini, disepakati lokasi sekretariat OKI berada di Jeddah yang dipimpin oleh sekretaris jenderal.

Leaders and representatives of member states pose for a group photo during an Extraordinary Summit of the Organisation of Islamic Cooperation (OIC) on last week's US recognition of Jerusalem as Israel's capital, on December 13, 2017 in Istanbul.  / AFP PHOTO / YASIN AKGULOKI adalah organisasi internasional yang terdiri dari 57 negara anggota. OKI rutin menggelar pertemuan setiap tahun. Sejarah berdirinya OKI berawal dar pembakaran Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.(Foto: AFP PHOTO / YASIN AKGUL)

Pada ICFM ketiga yang digelar pada 1972, OKI membuat piagam yang berisi tujuan dan prinsip dasar organisasi yakni untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama di antara negara-negara anggota. OKI yang semula terdiri dari 30 anggota pendiri berhasil memperluas keanggotaan menjadi 57 negara anggota.

Pada 28 Juni 2011, OKI mengubah namanya yang semua Organisasi Konferensi Islam menjadi Organisasi Kerja Sama Islam. OKI terdiri dari badan-badan utama yakni KTT Islam, Dewan menteri Luar Negeri, Sekretariat Jenderal, Komite Al-Quds, dan tiga komite permanen terkait teknologi, ekonomi, serta informasi dan budaya.

Presiden Joko  Widodo saat menyambut  pemimpin negara peserta saat gala dinner KTT Luar Biasa ke 5 OKI di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu, 6/3/2016. KTT Luar Biasa ke 5 OKI membahas mengenai palestina dan Al-Quds Al-Sharif. OIC-ES2016/Wendra AjistyatamaIndonesia pernah menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa ke-5 OKI pada 2016 lalu. KTT ini membahas mengenai Palestina dan Al-Quds. (Foto: OIC-ES2016/Wendra Ajistyatama)

Dikutip dari lama resmi OKI, organisasi ini bekerja sama dengan PBB dan organisasi antar pemerintah lainnya untuk melindungi kepentingan umat Islam.

Saat ini OKI memiliki sejumlah program yakni OKI-2021 yang fokus pada 18 bidang prioritas dengan 107 tujuan. Beberapa bidang prioritas meliputi isu perdamaian dan keamanan, Palestina dan Al-Quds, pengentasan kemiskinan, terorisme, investasi dan keuangan, serta ketahanan pangan. Program ini diperbarui setiap 10 tahun sekali.

Itulah sejarah berdirinya OKI, Organisasi Kerja Sama Islam.



Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: