Tren 'Kaum Rebahan' Anak-anak Muda yang Lelah dengan Budaya Kerja Keras Tapi Gaji Pas-Pasan

Senin, Juni 07, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi 'kaum rebahan' (Foto: Sina Weibo)

CHINA - Kaum muda di China yang lelah dengan budaya kerja keras tapi dengan bayaran gaji yang kecil, kini mulai mengubah gaya hidup dengan memilih jadi "kaum rebahan".

Tren baru ini, dikenal dengan istilah "tang ping", dikenal sebagai penangkal tekanan di masyarakat untuk mencari kerja dan berkinerja baik walau harus bekerja dalam shift panjang.

China kini memiliki pasar tenaga kerja yang menyusut dan kaum muda di sana sering kali memiliki jam kerja yang lebih lama.

Istilah "tang ping" ini diyakini berasal dari suatu unggahan di suatu laman media sosial populer di China.

"Cuma rebahan adalah gerakan bijakku," tulis seorang netizen di suatu unggahan yang kini sudah dihapus di forum diskusi Tieba.

Cukup hanya dengan rebahan, manusia bisa menjadi ukuran segala sesuatu," terangnya. 

"Pepatah-petitih" itu menular jadi bahan diskusi di Sina Weibo, yang juga laman mikrobloging populer di China, dan akhirnya jadi kata kunci.

Gagasan di balik istilah "tang ping" itu -- tidak bekerja terlalu keras, puas dengan yang sudah diraih dan sempatkan waktu untuk bersantai -- langsung menuai pujian banyak warganet dan menginspirasi munculnya meme-meme baru.

Bahkan terminologi itu juga dipandang sebagai gerakan spiritual.

"Mengirim CV ibarat mencari jarum di tumpukan jerami," kata seorang teknisi laboratorium bermarga Wang kepada kantor berita AFP.

"Kita sudah ditekan masyarakat dan cuma ingin hidup yang lebih santai ... 'rebahan saja' bukan untuk cari mati. Saya masih kerja kok, namun tidak sampai diforsir," terang pria berusia 24 tahun itu.

Laman berita Sixth Tone melaporkan bahwa suatu kelompok "tang ping" membuat platform mirip IMDb bernama Douban yang telah menarik 6.000 anggota.

Namun, bersamaan dengan unggahan pertama di Tieba itu, kelompok Douban juga sudah dihapus, begitu pula pencarian tagar #TangPing yang sudah lenyap di Sina Weibo.

Tampaknya itu merupakan tindakan sensor untuk mencegah tagar itu kian populer jadi tren baru.


Sumber : okezone.com

0 comments: