5 Cara Menghadapi Lingkungan Kerja yang Toksik

Sabtu, Juli 03, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi. Mengalami stres di tempat kerja tak bisa dihindari. Berikut cara menghadapi lingkungan kerja yang toksik. (iStockphoto/monkeybusinessimages)


Mengalami stres di tempat kerja tak bisa dihindari. Drama di kantor, bos yang jahat, hingga rekan kerja yang beromong besar merupakan sebagian besar penyebab stres sekaligus cerminan lingkungan kerja tak sehat.

Jika Anda terjebak dalam lingkungan kerja yang toksik, segera ambil tindakan. Pasalnya, stres kronis tidak hanya mengganggu kinerja Anda dalam bekerja, tapi juga kesehatan dan bahkan bisa membuat Anda depresi.

Sebuah studi oleh University of Manchester's Business School menemukan bahwa karyawan yang bekerja di bawah bos yang narsis dan tirani mengalami tingkat kepuasan kerja yang lebih rendah. Lebih buruk lagi, karyawan ini juga lebih mungkin mengalami depresi klinis.

Sebelum lingkungan kerja toksik berdampak pada Anda, gunakan cara-cara berikut ini untuk mengatasi dengan lebih baik dan mungkin, membalikkan keadaan.

Berikut cara menghadapi lingkungan kerja yang toksik.

1. Bangun pertemanan positif

Sebagaimana dilansir Her World, membangun persahabatan dengan rekan kerja menjadi salah satu cara penting.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam buku terlaris New York Times Wellbeing: The Five Essential Elements menunjukkan bahwa mereka yang memiliki sahabat di kantor tujuh kali lebih mungkin untuk lebih terlibat dengan pekerjaan mereka.

Mereka juga memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi dan kepuasan kerja yang lebih besar.

Jauhi orang-orang negatif dan kaitkan diri Anda dengan orang-orang positif yang dapat Anda percayai. Jadilah teman sejati dengan mereka dan dukung satu sama lain ketika keadaan menjadi sulit.

2. Jadi pembuat perubahan

Ambil langkah-langkah untuk membentuk budaya kerja, alih-alih hanya duduk dan membiarkannya. Jika Anda berada dalam posisi berkuasa, jadilah panutan yang positif bagi bawahan Anda.

Apakah Anda ingin menciptakan tempat kerja yang lebih mendukung? Maka pujilah anggota tim Anda ketika mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik. Orang suka merasa dihargai atas usaha mereka.

Apakah Anda benci bahwa beberapa orang bergosip tanpa henti? Maka hentikan gosip yang tidak sehat dan jangan menyebarkan desas-desus.

Anda dapat membuat perubahan bahkan jika Anda bukan seorang manajer, dengan memperlakukan kolega Anda (bahkan mereka yang tidak Anda sukai) dengan kebaikan dan rasa hormat.

3. Buat batasan jelas

Buat batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda.

Di kantor, bersikaplah profesional dan selesaikan sesuatu. Setelah bekerja, matikan dan habiskan waktu bersama orang yang Anda cintai dan untuk kepentingan pribadi Anda.

Jangan memeriksa email Anda di akhir pekan atau saat Anda sedang cuti. Jangan bekerja lembur kecuali benar-benar diperlukan.

4. Jangan biarkan diri depresi

Temukan cara untuk menghilangkan stres setelah Anda meninggalkan kantor agar beban tidak menumpuk.

Olahraga, misalnya, adalah pereda stres yang efektif. Saat Anda mengeluarkan keringat, tubuh Anda melepaskan endorfin, yang merupakan bahan kimia yang melawan stres dan memicu perasaan positif.

Bahkan, melakukan apa pun yang membuat Anda merasa lebih bahagia akan membantu. Makan enak, bermain dengan hewan peliharaan Anda, atau bahkan menonton video lucu di YouTube dapat membantu Anda lebih relaks.

5. Rencanakan strategi resign

Berusahalah untuk meninggalkan pekerjaan Anda jika Anda merasa telah melakukan segalanya dalam kendali Anda untuk memperbaiki situasi toksik dan tidak ada yang berubah.

Luangkan waktu untuk memperbarui resume Anda dan mulailah mencari pekerjaan baru.

Jangan takut untuk meninggalkan posisi Anda saat ini. Pada akhirnya, diri Anda jauh lebih penting dari sekadar pekerjaan Anda. Kesehatan mental dan kebahagiaan Anda secara keseluruhan adalah yang utama.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: