5 Senjata Tradisional yang Sering Disalahgunakan untuk Tawuran

Rabu, Juli 07, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


TAWURAN masih sering terjadi di Indonesia. Tidak hanya tawuran antar pelajar, namun warga antar wilayah. Dalam setiap tawuran, kerap kali pelaku menggunakan senjata tajam untuk menyerang lawannya.

Dari sekian senjata , tak jarang pelaku membawa senjata tradisional yang pada hakikatnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setempat.

Apa saja? Berikut daftarnya:

1. Busur dan Panah

Jenis senjata tajam ini banyak didapati di daerah Papua dan Nusa Tenggara. Namun, kini keberadaan busur dan panah rupanya banyak ditemui di berbagai daerah di tanah air. Dikutip dari buku ‘Senjata Tradisional NTT milik Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, busur dan panah memang digunakan masyarakat di wilayah tersebut untuk berburu. Kemudian, disebutkan pula jika senjata ini dimanfaatkan untuk sistem pertahanan diri, jika terjadi penyerangan.

Akan tetapi, belakangan ini banyak sekali masyarakat terutama anak muda yang menyalahgunakan penggunaan busur dan anak panah, sebagai senjata tawuran. Salah satunya, tawuran dengan senjata yang terjadi di Makassar pada 16 Juni 2021 lalu. Akibat kejadian tersebut, seorang pemuda berusia 20 tahun harus menderita luka akibat terkena panah di lehernya. Beruntung, anak panah itu dapat segera diangkat dengan melakukan operasi.

2. Celurit

Senjata tajam ini merupakan senjata asli dari Madura. Melansir situs resmi Kemendikbud, bentuk celurit yang menyerupai lambang tanda tanya rupanya memiliki arti.

Bentuk tersebut menandakan sifat orang Madura yang ingin tahu akan segala hal.

Celurit memiliki hubungan erat dengan faktor budaya, agama dan pendidikan yang dibangun masyarakat. Namun, sayangnya banyak pihak yang tidak bertanggungjawab dalam menggunakan celurit. Padahal, arti dan makna yang dimilikinya sangat positif.

3. Parang

Dahulu, parang digunakan masyarakat melayu yang bermukim di Jawa dan Sumatera sebagai senjata untuk bertempur. Semakin berjalannya waktu, parang juga digunakan sebagai senjata tebas saat memasuki hutan dan membantu dalam kegiatan pertanian. Parang termasuk senjata yang sederhana, karena hanya dibuat memanjang dari besi. Tanpa adanya ornamen khas.

Penyalahgunaan parang saat tawuran sudah sangat marak. Bahkan, sepertinya menjadi senjata wajib bagi mereka yang ingin melakukan kegiatan yang merugikan itu. Padahal, parang memiliki fungsi yang baik demi membantu kehidupan manusia.

4. Golok

Senjata khas Betawi ini juga kerap juga disalahgunakan untuk tawuran. Menurut informasi di situs resmi Warisan Budaya Takbenda, Kemendikbud, membawa golok di pinggang sudah sangat biasa bagi para pria di seluruh wilayah Jakarta. Kebiasaan itu berlangsung hingga tahun 1960an.

Hingga pada 1970an, golok tidak lagi diperbolehkan dibawa secara bebas oleh pihak kepolisian karena alasan keamanan.

5. Pisau Belati

Satu lagi senjata tajam tradisional yang disalahgunakan untuk tawuran adalah pisau belati. Sebenarnya, pisau ini berasal dari Papua dan biasa digunakan sebagai alat pelindung diri dari serangan.

Bentuknya yang kecil, membuat senjata ini mudah diselipkan saat melakukan aksi tawuran. Padahal, jika seseorang tertusuk pisau belati dapat menyebabkan luka serius hingga kematian.

Sumber : okezone.com

0 comments: