Ajang Lomba Matangkan Rencana Bisnis Anak Muda Milenial

Kamis, Juli 08, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat dengan peran mendorong kemajuan ekonomi dan sosial. Kaum muda tentu memegang peranan yang sangat penting dalam hal ini, sebab masa depan bangsa ada di tangan mereka.

Hal ini sudah dibuktikan dengan bermunculan startup yang diprakarsai anak muda dengan pemanfaatan model bisnis dan unsur teknologi di dalamnya. Konsep bisnis yang lama, dapat bermetamorfosis luar biasa menjangkau kebutuhan yang jauh lebih luas dan tak terbatas.

Realitas tersebut, menjadi suatu pembuktian yang dipandang menjanjikan bagi para investor untuk berani memberikan modal dan kepercayaan lebih, khususnya bagi bisnis anak muda yang berorientasi masa depan.

Berdasar pada fakta tersebut, Universitas Prasetiya Mulya kembali menyelenggarakan kompetisi Win Your Future (WYF) yang telah berlangsung Maret-Juli 2021. Kompetisi ini diharapkan dapat menggiring kepercayaan diri berbisnis, menajamkan ide-ide dan memberikan arahan, sekaligus peluang bagi bisnis anak muda.

Wakil Rektor 1 Universitas Prasetiya Mulya, Prof Agus W Soehadi PhD menyatakan, WYF merupakan acara tahunan dalam rangka menumbuhkembangkan, merumuskan dan meyakinkan ide bisnis anak muda agar layak dijalankan.

"Pada dasarnya, pebisnis yang sukses selalu memiliki mimpi yang besar dan komitmen yang kuat untuk mewujudkan mimpi tersebut. Namun, selain mimpi dan visi yang kuat, kita juga harus diperlengkapi dengan teknis pengolahan bisnis. WYF tidak hanya kompetisi bisnis tapi juga tahapan permulaan mempersiapkan para pebisnis muda handal di masa yang akan datang,” ujar Prof Agus kepada Beritasatu.com, Rabu.

Pada kategori perguruan tinggi, kemenangan diperoleh oleh tim Santriprenenur (Universitas Brawijaya, Malang), diikuti juara 2 oleh tim Nitya (Institut Teknologi Bandung), dan juara 3 diduduki tim Wastedrop (Institut Pertanian Bogor).

"Melalui WYF, kami mendapatkan banyak insight baru melalui workshop dan mentoring yang keren. WYF melatih konsistensi kami untuk memberikan yang terbaik di setiap tahapannya,” tutur perwakilan tim Santriprenenur yang juga menyabet People’s Choice Award untuk ide bisnis pengolahan limbah.

Sedangkan, kategori SMA/Sederajat dimenangkan oleh tim Spacade (SMAK Ipeka Pluit) sebagai juara 1, tim Greenation (SMA Negeri 3 Bandung) sebagai juara 2 sekaligus the most promising idea dan tim AnV (Stella Maris School Gading Serpong) keluar sebagai juara 3.

Spacade yang menginisiasi ide virtual laboratorium menyampaikan, ilmu secara teori dan praktikal sudah mereka dapatkan selama mengikuti WYF. "Bagaimana cara membuat business plan dan financial plan yang terstruktur dan benar, bagaimana cara kita menerapkan bisnis kita agar dapat membantu orang banyak, dan masih banyak lagi. Terima kasih untuk Prasmul yang telah mengadakan lomba ini,” kata perwakilan Spacade.

Prof Agus menambahkan, ide-ide bisnis tersebut menjadi bukti nyata dan otentik bahwa buah pemikiran anak muda harus diperhitungkan dan digiring dengan tepat agar tidak mudah patah.

"Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika ide-ide ini menjadi kenyataan kelak. Bukan hanya melahirkan pengusaha muda yang mandiri secara masif, namun menghasilkan dampak domino pada perekonomian negara. Tentunya bukan suatu isapan jempol membuat Indonesia keluar dari stigma negara berkembang suatu hari nanti,” tegas Prof Agus.

Hal tersebut diamini oleh Ryan Manafe, co-founder Dagangan, mentor yang menyandang best mentor kategori perguruan tinggi. Ryan berpendapat, perusahaan-perusahaan terbesar di dunia biasanya tidak dimulai dari mimpi jadi kaya, tetapi keinginan kuat untuk melihat dunia lebih baik. "Maka, bisnis pun bukan lagi berpusat pada wealth creation, melainkan impact delivery," kata Ryan.



Sumber : BeritaSatu.com

0 comments: