Bisnis Gerabah Pacitan, Justru Melejit Saat Kondisi Sulit

Senin, Juli 05, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Pandemi COVID-19 melumpuhkan banyak sektor ekonomi. Namun itu tak berlaku bagi bisnis gerabah Pacitan. Penjualan produk rumah tangga berbahan baku tanah liat itu justru melambung saat ekonomi sulit.

"Kalau bicara penjualan memang bisa dibilang melejit. Bahkan naiknya bisa dua kali lipat dibanding sebelum pandemi," tutur pengusaha gerabah, Rining Astuti (33) ditemui detikcom di rumahnya, Desa Purwoasri, Minggu.

Pada hari biasa, lanjut Rining penjualan di kiosnya didominasi peralatan tradisional. Seperti kendi (teko), layah (tatakan), dan ulekan (pelumat sambal). Namun seiring adanya kewajiban cuci tangan, ada peningkatan permintaan produk lain.

"Yang paling laris selain wastafel, ya gentong (penampung air)," imbuh ibu dua anak yang menekuni jual beli gerabah sejak 5 tahun lalu.

Selain melayani pembelian partai kecil, kios berlabel Arum Gerabah 'Mbak Ning' juga kerap mendapat pesanan dalam jumlah besar. Hal itu terutama untuk kebutuhan sarana cuci tangan di fasilitas umum. Termasuk tempat wisata.

Tidak itu saja. Varian gerabah lain yang belakangan laris manis adalah pot bunga. Rupanya hal itu dipicu munculnya hobi baru di kalangan ibu rumah tangga. Sejak Corona melanda banyak di antara emak-emak mengisi waktu luang dengan menanam bunga.

Rining menceritakan pengalamannya merintis bisnis gerabah pada tahun 2016. Kala itu dirinya merasa prihatin. Pasalnya, produksi gerabah yang merupakan tradisi nenek moyang terancam punah. Sedikit sekali generasi muda yang berminat melanjutkan budaya turun temurun itu.

Dia pun memberanikan diri melakukan promosi secara daring. Varian produknya pun sangat terbatas. Semuanya buatan industri rumah tangga di sekitar rumahnya. Dusun tempat Rining tinggal memang dikenal sentra industri gerabah.

Rupanya tawaran Rining mendapat tanggapan cukup bagus dari pembeli. Lambat laun pelanggannya terus bertambah. Seiring tuntutan pasar, dirinya juga melengkapi kios dengan produk modern. Seperti hiasan rumah, guci, bak mandi, juga mainan anak. Semuanya berbahan tanah.

Hingga saat ini tidak sedikit pembeli lokal yang datang langsung untuk berbelanja. Di sisi lain pesanan online juga terus mengalir tiap hari. Tak hanya Pulau Jawa, gerabah asli 1001 Gua besutan Rining juga dikirim ke seantero Tanah Air. Seperti Batam dan Kalimantan.

"Awal 2021 ini memang sedikit menurun kalau dibanding tahun sebelumnya. Tapi ya masih tergolong banyak," pungkasnya.



Sumber : Detiknews

0 comments: