BNI Beri Modal Usaha sampai Rp 500 Juta untuk Mantan Pekerja Migran

Senin, Juli 05, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggulirkan program modal usaha bagi para mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tak lagi ditempatkan di luar negeri. BNI siap memberikan modal usaha dan fasilitas kredit dengan plafon sampai dengan Rp 500 juta.

BNI ikut berupaya memberdayakan purna PMI perempuan untuk bangkit, terutama di tengah situasi pandemi COVID-19. Sebab, sejumlah pekerja migran rentan terdampak oleh pemotongan upah, pemutusan hubungan kerja, sampai pengetatan mobilitas akibat pandemi.

Dalam webinar Srikandi Diaspora Lompat Lebih Tinggi bersama BNI Hong Kong, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati mengatakan, setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan dari BNI, para purna PMI yang baru merintis usaha dapat mengajukan pinjaman KUR Super Mikro, Mikro, dan KUR Kecil tanpa jaminan.

Sementara itu, bagi para Purna PMI yang telah memiliki usaha dan berjalan dalam 6 bulan lamanya, dapat memperoleh modal usaha dari BNI dengan plafon sampai Rp 500 juta.

"Plafon pinjaman Super Mikro sampai dengan Rp 10 juta, sedangkan Mikro di atas Rp 10-50 juta. Sementara KUR Kecil dengan plafon antara Rp 50-500 juta," jelas wanita yang akrab disapa Susi dalam keterangan tertulis, Minggu.

Susi menerangkan persyaratan pengajuan KUR BNI bagi purna PMI cukup dengan melampirkan bukti pelatihan atau pendampingan serta izin usaha dari kelurahan, dan identitas diri. Apabila dinilai layak, maka pinjaman dapat segera diproses.

"Sebagai salah satu dari Srikandi BNI, saya berharap dukungan ini dapat turut memajukan Perempuan Indonesia termasuk para PMI dan purna PMI. PMI dan purna PMI merupakan sekumpulan perempuan hebat yang layak disebut pahlawan tidak hanya bagi keluarga melainkan juga untuk negara. Srikandi BNI berkomitmen untuk menjadi support system bagi sesama perempuan Indonesia yang tetap bekerja dan berkarya di tengah pandemi COVID-19," tutur Susi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga menjadi pembicara webinar mengatakan PMI dan Purna PMI bukan hanya penyumbang devisa bagi Indonesia, melainkan juga segmen usaha pencipta lapangan kerja bagi bangsa. Oleh sebab itu, ia mengajak purna PMI untuk bangkit dan semangat dalam membaca peluang bisnis di kala pandemi, terutama memperoleh tambahan modal usaha melalui BNI.

"Saya harap teman-teman PMI tetap bangkit di saat-saat sulit. Kita bangun usaha agar kita menjadi pengusaha yang bermanfaat. Together with BNI, we can do it," ungkap Sandiaga.

Menurut Sandiaga, PMI/Purna PMI Hong Kong memiliki etos kerja yang tinggi, sehingga memiliki daya tahan di waktu-waktu sulit seperti krisis atau pandemi.

"Saya bisa melihat teman-teman PMI ini luar biasa etos kerja di sana, bagaimana banting tulang dari siang sampe malem. Saya juga dulu pernah melalui krisis dan kena PHK, namun inilah titik balik saya," urai Sandiaga.

Sebagai informasi, hingga Mei 2021, BNI telah menyalurkan KUR PMI sebesar Rp 12,77 miliar dengan penyaluran untuk PMI Hong Kong sebesar Rp 3,89 Miliar atau 30% dari total penyaluran. Selain pembiayaan, BNI juga mendorong para purna PMI untuk menjadi Agen46 sehingga dapat memberikan tambahan penghasilan untuk mereka. Sementara bagi rekan-rekan yang masih aktif sebagai PMI, bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi Agen Digital BNI.



Sumber : detikFinance

0 comments: