Cerita Mistis Mendaki Gunung Sibuatan

Selasa, Juli 13, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Aku mau kasih tau sesuatu nih, tentang sebuah tempat di daerah ku yang sekarang menjadi tempat wisata karena mistis dan pesonanya di sana.
Perkenalkan namaku Tresia Siringo-ringo biasanya orang manggil aku Tere, asalku dari Sumatera Utara lebih tepatnya di kota Pematangsiantar dan sekarang aku lagi merantau di Jawa karena kuliah.
Oke, sekarang tanpa panjang lebar mari kita masuk ke dalam pembahasan.
Langsung saja ya teman-teman, aku kasih tau nih kalau tempat yang aku maksud itu adalah tempat Gunung Sibuatan yang berada di sekitaran kawasan Danau Toba, di wilayah Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, gunung ini merupakan gunung tertinggi di wilayah Sumatera Utara dengan ketinggian gunung yang mencapai 2.457 mdpl.
Gunung ini tidak termasuk ke dalam kategori gunung berapi, gunung ini memiliki lima pos dan memiliki dua puncak yaitu puncak Timur dan puncak Barat dengan pesona panorama yang indah.
Gunung ini sering terguyur oleh hujan, maka dari itu jika ingin mendaki disarankan membawa jas hujan untuk berjaga-jaga. Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki gunung ini sekitar 7 sampai 8 jam perjalanan. Berjalan dengan menunduk adalah hal yang harus kita lakukan saat melakukan pendakian ke Gunung Sibuatan, karena masih banyak pohon-pohon yang besar dan lebat, dan akar pohon besar yang menjalar ke mana-mana.
Saat cuaca bagus pemandangan dari puncak Sibuatan sangatlah indah,selain melihat bukit-bukit yang kecil kita juga bisa melihat luasnya Danau Toba. Itupun kita dapat kalau cuacanya bagus ya guys, hehehe.

Apakah gunung Sibuatan mistis?

Selain terkenal akan keindahannya gunung Sibuatan juga tergolong mistis dibandingkan dengan gunung-gunung yang ada di Sumatera Utara lainnya. Sedikit pengalaman saat mendaki gunung Sibuatan, kami mendaki 11 orang, 7 laki-laki dan 4 perempuan. Kami mulai mendaki dari jam 13.00 WIB, pada jam 18.00 kami di pos 3 kami berhenti sejenak untuk beristirahat sambil menunggu azan selesai, kami mendengar suara yang aneh, seperti ada yang berbisik di telinga kami seakan memberi tau kami untuk segera berhenti padahal pada saat itu jelas sekali kami sudah berhenti untuk beristirahat, kami memasak air sejenak untuk membuat kopi.
Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju pos 4 yang memiliki jalan yang cukup terjal, dan lumpur yang lumayan dalam, sampai lah kami di pos yang ke 4 kami langsung disambut dengan suara petir yang besar dan angin yang lumayan kencang, tanpa membuang-buang waktu lagi kami meneruskan perjalanan kami menuju pos 5 kami melewati jalan-jalan yang dengan bantuan senter sebagai penerang kami sewaktu berjalan, hingga tibalah kami di pos 5 dengan keadaan lemas,capek,dan basah karena di tengah-tengah perjalanan menuju pos 5 hujan turun dengan cepat membasahi kami. Pasti kalian pada mikir mistisnya di mana coba? Itumah biasa aja buat pendaki hahaha. Kalau begitu aku kasih tau cerita yang lebih mistis dari ini.
Pada hari minggu kami memutuskan untuk turun dari puncak,kami berjalan beriringan sampai pada pos ke 4, 3 orang dari kami minta berhenti sebentar untuk buang air kecil, mereka pun pergi ke belakang pohon lumayan jauh dari kami berdiri. Kami menunggu mereka selama 20 menit tapi mereka gak datang juga, karena takut mereka tersasar. Kami memutuskan untuk melihat ke tempat mereka, saya dan teman-teman berjalan sambil memanggil namanya tapi mereka gak ada di sana, kami pun heran ke mana perginya. Kami jalan entah itu ke arah mana mungkin kami sekarang yang tersesat.
Kami sudah tidak tersesat lagi tetapi kami belum juga menemukan teman-teman kami, padahal hari sudah mulai gelap angin pun mulai kencang, kami takut teman kami yang berpisah dari kami kenapa-napa kami berhenti sejenak untuk istirahat sejenak. Kami mendengar suara langkah kaki dan tiba-tiba bayangan hitam lewat dari antara pohon-pohon di depan kami, dengan rasa terkejut dan takut kami pun lihat sekitar tetapi kami tidak melihat apa-apa. Setelah beberapa menit istirahat kami pun melanjutkan perjalanan kami, di perjalanan kami melihat bayangan hitam itu lagi.
Kami membaca doa dan melanjutkan perjalanan, kami sampai di pos 1 dan kami kami akhirnya bertemu dengan teman-teman kami yang terpisah tadi, kami mengucap syukur karena akhirnya berjumpa dengan mereka, kami pun bercerita apa saja yang terjadi selama di perjalanan, ternyata mereka juga mengalami hal yang tidak cukup berbeda dengan kami.
Kiranya sampai di sini dulu cerita ku tentang tempat mendaki yang ada di daerah ku, kalau kalian banyak yang suka sama cerita ku boleh komen di bawah ya. Semoga kita tetap bisa menjaga, melestarikan dan mensyukuri anugerah Tuhan atas keindahannya yang sudah diberikan kepada kita. Sekian dari saya mohon maaf bila ada kesalahan. Terima Kasih dan sampai jumpa lagi.


Sumber : Kumparan

0 comments: