Cerita Sukses Elvira Lianita, Dulu Penyiar Radio Kini Direktur Sampoerna

Senin, Juli 05, 2021 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



 Kesetaraan antara perempuan dan laki-laki adalah harga mati. Masing-masing berhak menjadi versi terbaiknya demi meraih kesuksesan.
Inilah prinsip yang dipegang teguh oleh Elvira Lianita. Berkat keyakinan tersebut, Elvira yang mengawali karier di dunia penyiaran bisa memangku jabatan penting di sebuah perusahaan tembakau terkemuka.

Elvira kini menjabat sebagai Direktur PT HM Sampoerna Tbk.. Sudah hampir 21 tahun ia mendedikasikan diri kepada perusahaan yang telah berdiri sejak 1913 itu.

Adanya kesempatan untuk mengembangkan diri tanpa memandang gender atau perbedaan lain yang dijunjung tinggi oleh perusahaan tersebut membuat Elvira loyal."Saya cukup beruntung bekerja di perusahaan yang sangat mendorong terjadinya kesetaraan dan menghargai adanya perbedaan," katanya dalam sebuah wawancara virtual baru-baru ini.

Menurutnya, lingkungan kerja yang demikian sangat sesuai dengan prinsip hidup yang diyakininya. Bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama berkesempatan untuk mengaktualisasikan hidupnya, terutama dalam hal karier.

Ia menambahkan, sudah seharusnya perusahaan memberi wadah yang sama bagi semua karyawan. Penilaian pun dititikberatkan pada kinerja, bukan berdasarkan jenis kelamin atau asal-usul pribadi.

Apalagi di tengah situasi seperti saat ini. Dalam konteks yang lebih luas, kata Elvira, adanya kesenjangan sosial dapat berdampak negatif pada upaya negara dalam memulihkan ekonomi nasional yang terpuruk karena pandemi COVID-19."Perempuan dan laki-laki sama-sama penting dan perlu bersinergi sehingga akselerasi pemulihan ekonomi bisa segera tercapai," kata perempuan yang hobi membaca ini.

Meski merasa beruntung karena lingkungan kerjanya yang nyaman, Elvira mengaku perjalanan kariernya tak melulu berjalan mulus. "Pernah saya berada di posisi yang sama dalam waktu yang cukup lama. Seperti stagnan dan tidak ada progress. Namun, saya tidak mau menyalahkan dunia," ungkapnya.

Situasi tersebut dijadikannya motivasi untuk berkaca dan mengevaluasi diri sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih baik untuk meraih karier yang lebih baik. "Saya refleksi, kira-kira hal apa saja dalam diri saya yang perlu diperbaiki atau dikembangkan," katanya.


Belajar, belajar dan belajar. Demikian jawaban Elvira soal rahasia suksesnya. Menurutnya, komitmen untuk selalu belajar perlu dimiliki oleh setiap orang bila ingin meraih kesuksesan. Apalagi bagi orang yang pernah 'banting setir' pekerjaan sepertinya.Memiliki ketertarikan di bidang komunikasi sejak muda, Elvira mengawali karier sebagai penyiar radio di Surabaya, Jawa Timur, pada 1993. Dari dunia penyiaran, ia pindah haluan ke industri hospitality dengan bekerja di hotel.

Singkat cerita, ia akhirnya bergabung dengan HM Sampoerna pada 2001 sebagai manajer program komunitas yang bertanggung-jawab merancang kegiatan-kegiatan yang dapat memberi kontribusi kepada masyarakat.

Dari sekadar menangani urusan komunikasi perusahaan, Elvira dipercayakan untuk mengurusi regulasi dan kebijakan fiskal, mengembangkan hubungan dengan para pemangku kepentingan terkait dari tingkat regional sampai nasional. Berkat pengalaman itu, ia diberi tanggung-jawab sebagai direktur HM Sampoerna.

Semua keahlian tersebut mustahil didapatkanya tanpa kemauan untuk belajar. "Pada prinsipnya setiap individu mampu berkembang, selama commit untuk belajar," katanya.

Peran Ibu Tunggal

Elvira sulit memungkiri bahwa cara ibunya dalam memperlakukan anak-anak dengan adil sangat memengaruhi pola pikirnya soal kesetaraan gender.

"Ibu saya tidak pernah membeda-bedakan saya dengan kakak-kakak saya yang laki-laki. Kami semua mendapat kesempatan yang sama, terutama dalam pendidikan," katanya.

Elvira merupakan bungsu dari enam bersaudara. Kakak pertamanya perempuan, sisanya laki-laki. Ayah mereka meninggal ketika Elvira masih berusia 20 bulan.

Perjuangan ibunya sebagai orangtua tunggal sekaligus menyadarkan Elvira bahwa perempuan mampu melakukan segala hal.

Nilai-nilai yang Elvira dapat dari sang ibu itu diturunkan juga kepada anak-anaknya. Kepandaian penting, tapi tak cukup itu saja. "Kita harus punya empati, sepandai apapun individu kalau tidak punya empati, dia akan sulit untuk maju," katanya.

Sumber :wolipop.detik.com

0 comments: