China Luncurkan Kereta Transparan Menuju Desa Panda

Selasa, Juli 06, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi panda. (AFP/ANTONY DICKSON)


 

Chengdu terkenal sebagai rumah dari program pengembangbiakan panda, jadi tampaknya tepat jika kota di barat daya China ini memiliki kereta khusus panda untuk menyambut kembali kedatangan wisatawan mancanegara.

Pada tanggal 26 Juni, ibu kota provinsi Sichuan ini memulai debutnya dengan Zhongtang Air Railway, sebuah sky train dengan lantai dan atap yang tembus pandang.

Kereta ini ini memiliki visibilitas 270 derajat karena bagian atasnya transparan. Eksterior kereta ini juga dicat menyerupai warna panda.

Dayi Air Rail Project adalah jalur uji rel udara pariwisata energi baru yang pertama di dunia (terjemahan: kereta api gantung udara menggunakan paket daya baterai lithium sebagai daya traksi), dan panjangnya sekitar 11,5 kilometer.

Maksimal 120 orang bisa muat di setiap gerbongnya.

Karena kaca dapat memantulkan panas, maka kereta dilengkapi pendingin udara untuk menyeimbangkannya. Gerbongnya terbuat dari bahan serat karbon ringan.

Kereta dapat menempuh kecepatan yang sama dengan kereta bawah tanah, sekitar 80 kilometer per jam.

Jalur kereta transparan ini memiliki empat pemberhentian: Stasiun Dayi, Guanghua Avenue, Stasiun Sujiazhen dan Stasiun Anren.

Di Dayi, wisatawan dapat terhubung ke Jalur Chengdu Express Rail Line dan Jalur Planning Line 12 dari kereta bawah tanah kota Chengdu.

Meskipun Kereta Api Udara Zhongtang lebih ditujukan untuk tamasya daripada mobilitas, ini adalah "pemanis" dari jaringan kereta api China yang memang dirancang megah.

Dalam berita sebelumnya, Tibet baru-baru ini menyambut layanan kereta peluru pertamanya.

Jalur kereta sepanjang 435 kilometer yang menghubungkan ibu kota Tibet Lhasa dengan kota Nyingchi telah melakukan perjalanan pertamanya pada 25 Juni 2021.

Tibet, yang dikenal sebagai "atap dunia", berada di kawasan yang sangat tinggi, 3.000 meter di atas permukaan laut, sehingga oksigen ekstra harus dipompa ke dalam gerbong agar penumpang kereta api tetap nyaman saat melewati ketinggian.

Nantinya, jalur tersebut akan diperpanjang dari Lhasa ke Chengdu, mengurangi waktu transit antara kedua kota dari 48 jam menjadi 13 jam.

Sementara itu, Chengdu baru-baru ini membuka Bandara Internasional Tianfu yang baru, yang menyambut penerbangan pertamanya pada 25 Juni 2021.

Chengdu sekarang menjadi kota ketiga di China yang memiliki dua bandara internasional, bergabung dengan Beijing dan Shanghai.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: