China menguji drone bawah air di Selat Taiwan 11 tahun lalu

Sabtu, Juli 10, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Kendaraan bawah air tak berawak dapat mengenali dan menyerang kapal selam musuh

AS telah mempercayakan Boeing dengan produksi Orca Extra Large Unmanned Underwater Vehicle. (AP, foto Boeing)

TAIPEI – China menguji drone bawah air tak berawak yang dapat mengenali dan menyerang kapal selam bawah air di Selat Taiwan lebih dari satu dekade lalu, South China Morning Post (SCMP) melaporkan Kamis (8 Juli).

Tes tersebut terungkap setelah para peneliti dari Harbin Engineering University, lembaga penelitian kapal selam utama China, menerbitkan sebuah makalah tentang topik tersebut minggu lalu. Waktu publikasi diyakini terkait dengan komentar baru-baru ini oleh Amerika Serikat dan Jepang tentang kemungkinan intervensi militer dalam kasus serangan China terhadap Taiwan.

Sementara para peneliti tidak memberikan rincian tentang lokasi tes 2010, sebuah peta tampaknya menunjukkan bahwa mereka terjadi di Selat Taiwan, di lepas pantai Provinsi Fujian, SCMP melaporkan.



Drone bekerja secara independen dari manusia dan dapat menemukan kapal selam, menggunakan kecerdasan buatan untuk menentukan identitas mereka, dan meluncurkan torpedo untuk menghancurkannya. Mereka juga bisa ditanam di dasar laut dan diaktifkan bertahun-tahun kemudian selama masa perang, menurut laporan itu.

Selama pengujian, pesawat tak berawak itu menembakkan torpedo tanpa muatan yang mengenai kapal selam tiruan, kata para peneliti China. Akhirnya, kendaraan tak berawak juga bisa bekerja sama dalam kelompok untuk menyerang kapal musuh.

Amerika Serikat, Rusia, Israel dan Singapura telah menguji kendaraan bawah air tak berawak serupa, kata laporan itu.

Sumber : Taiwan news

0 comments: