Cincin Olimpiade Tokyo Berasal dari Kayu Warisan Tahun 1964

Sabtu, Juli 24, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Ada hal unik dalam upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung Jumat (23/7). Logo khas berbentuk lima buah cincin terbuat dari kayu pohon yang sama saat Jepang jadi tuan rumah di tahun 1964.
Twitter resmi Olimpiade menerangkan, cincin Olimpiade yang digunakan berasal dari pohon yang ditanam dari biji yang dibawa atlet internasional saat Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade pada 57 tahun silam.


Sebelum menjadi tuan rumah tahun ini, Jepang pernah menggelar Olimpiade Tokyo 1964. Perhelatan olahraga antarbangsa-bangsa ini berlangsung semarak jauh sebelum pandemi Covid-19 merebak.

Kali ini, upacara pembukaan terpaksa tidak dihadiri penonton. Hanya atlet ofisial dan para penampil yang terlibat di Stadion Nasional, Tokyo.

"Seperti disebutkan sebelumnya, Cincin Olimpiade terbuat dari kayu yang diambil dari pohon yang ditanam oleh para atlet Olimpiade Tokyo 1964," demikian keterangan di Twitter resmi Olimpiade Tokyo 2020.

Pemandangan tak biasa lainnya adalah penampilan Tsubata Arisa, mantan atlet Jepang yang berlari di atas treadmill sendirian.

Penampilan Tsubata mencerminkan kegiatan para atlet secara global yang sempat menjalani latihan sendiri untuk menjaga kebugaran saat pandemi meningkat. Di mana mereka harus berlatih sendiri di rumah.

"Terpisah, tapi tidak sendiri," bunyi keterangan foto yang melibatkan Tsubata.

Dengan maraknya Covid-19, banyak atlet harus berlatih di masa pandemi secara terpisah. Tetapi mereka selalu terhubung dengan harapan dan semangat yang sama menuju pesta olahraga terakbar tersebut.

Acara ini menandai awal Olimpiade Tokyo yang dimulai pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Even ini melibatkan 205 negara dan berbagai cabang olahraga.

Meningkatnya kasus Covid-19 di Tokyo telah membuat penyelenggaraan Olimpiade telah ditunda pada 2020 dan baru bisa digelar tahun ini.

Hingga saat ini penyelenggaraan pesta olahraga internasional terbesar tersebut juga masih mendapat pertentangan karena kekhawatiran dapat menjadi klaster penyebaran virus corona.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: