Haru, Surat dari Ibu untuk Ayah yang Terbaring Covid-19: Aku Titipkan Suamiku Pada Tuhan

Jumat, Juli 09, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

pandemi

Second wave pandemi covid-19 ini benar-benar begitu keras menghantam bagi banyak orang. Termasuk di Indonesia. Angka positif yang setiap hari terus meningkat. Bahkan hari ini (8/7) angka positif mencapai 38.391, dan positif rate tetap tinggi. Terlepas dari angka yang terus disajikan, banyak orang yang berjuang untuk melawan pandemi ini.

Kabar duka hampir setiap saat didengar. Bahkan lebih sering dari biasanya. Kematian tidak terhindarkan, dan menjadi luka yang mendalam saat tak bisa mendampingi di saat terakhir. Seperti yang terangkum dalam unggahan dari Zen Rahmat di akun instagramnya @zen.rs.  Ia mengunggah foto surat yang ditinggalkan ibu untuk ayahnya yang berjuang melawan covid-19.

“Bapak dan ibu sempat sekamar beberapa hari di bangsal khusus COVID-19 di RSUD al-Ihsan. Saat hasil tes ibu dinyatakan negatif, kondisi bapak malah memburuk sehingga harus masuk ICU. Sebelum ibu meninggalkan rumah sakit, ibu menulis sepucuk surat untuk bapak dan surat itu dititipkan lewat perawat. Bapak masih sadar saat itu sehingga masih sempat membaca surat ibu.” Tulisnya.

Dalam unggahan foto itu surat itu ditulis tangan oleh sang ibu. Ia harus pulang lebih dulu karena sudah dinyatakan negatif, sementara sang suami masih harus menjalani perawatan. Tidak mudah meninggalkan pasangan sendiri, apalagi mereka telah hidup bersama selama 40 tahun.

Merelakan Tidak Pernah Mudah

Ayah dari Zen Rahmat harus melanjutkan perawatan sendiri di Rumah Sakit. Sang ibu hanya bisa menulis surat dan menitip doa agar sang ayah diberi kesembuhan.

“Gusti, aku titipkan suamiku kepadaMu. Sebab kesembuhan hanya dari Engkau.”

Pesan tulus ini seperti menjadi kekuatan untuk suaminya. Dan wujud kerelaan dan pasrah. Meskipun berat, melepaskan orang terkasih dalam kondisi pandemi seperti ini bukanlah perkara yang mudah.

 

“Saya membayangkan bapak membaca surat ini berkali-kali. Saya membayangkan bapak menghembuskan nafas terakhir dengan memeluk surat ibu.” Tulis Zen Rahmat.

Zen Rahmat tidak sendiri, banyak anak yang kehilangan orangtuanya karena Covid-19. Ibu dari Zen Rahmat tak sendiri, karena banyak dari istri yang harus merelakan suaminya pergi karena Covid-19. Sekali lagi kematian bukanlah hal yang mudah untuk yang ditinggalkan. Merelakan bukan tugas yang ringan, namun kita harus percaya bahwa sebaik-baiknya cara untuk mengenang ia yang telah pergi adalah dengan terus berbuat baik.

Teruntuk semua yang sedang menanti kabar baik dari lorong Rumah Sakit, ICU, IGD, dan sudut ruang isolasi kalian kuat. Mungkin ini berat, yakinlah kalian tidak berjalan sendirian.




Sumber : fimela

0 comments: