30 TKI di Malaysia Ditangkap Usai Lakukan Salat Idul Adha Tanpa Protokol Kesehatan

Kamis, Juli 22, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Sebanyak 30 tenaga kerja Indonesia (TKI) ditangkap kepolisian Kerajaan Malaysia usai melaksanakan salat Idul Adha tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Dilaporkan, saat ini negara Malaysia tengah memberlakukan lockdown guna mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Para TKI tersebut melaksanakan salat Idul Adha di sebuah ruamh di kawasan Taman Selayang Utama, Batu Caves, Selangor pada Rabu pagi waktu setempat.

Polisi awalnya mendapat laporan dari masyarakat setempat karena terlihat situasi yang ramai dan berkerumun.

Menindaklanjuti laporan tersebut, kepolisian Malaysia langsung menggrebek rumah tersebut.

Dalam penggerebekan, 30 TKI dan seorang wanita Malaysia ditangkap untuk dimintai keterangan.

“Mereka terdiri 29 lelaki dan seorang wanita warga asing serta wanita lokal, semua berusia antara 20 tahun hingga 40 tahun," kata Ketua Polisi Gombak, Zainal Mohamed dikutip dari Harian Metro pada Rabu.

Meski begitu, pemerintah Kerajaan Malaysua memang mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Adha, asalkan dengan menetapkan protokol kesehatan yang tepat.

“Orang-orang ini melaksanakan salat Idul Adha tanpa melaksanakan protokol kesehatan, oleh karena itu kami bawa ke kantor polisi. Mereka telah membahayakan nyawa mereka dari virus Covid-19,” kata Zainal Mohamed menambahkan.

Selain tidak menaati protokol kesehatan, 20 dari 30 TKI rupanya juga tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah dan lengkap.

“Mayoritas dari mereka telah melanggar undang-undang imigrasi Malaysia dengan tak mempunyai dokumen sah serta visa kerja yang sudah tak berlaku,” tambah Zainal Mohamed.

Lebih lanjutnya, 30 TKI tersebut akan dibawa ke Pengadilan Negeri Selayang, sedangkan wanita Malaysia hanya mendapatkan hukuman denda sebesar 4.000 ringgit atau senilai Rp13.7 juta.

Hukuman tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-Undag No.16, Peraturan-Peraturan Pencegahan dan Pengawalan Penyakit Berjangkit Virus Covid-19, (PPN) 2021.



Sumber : PikiranRakyat.com

0 comments: