Jatuh Bangun Dani Ramdani Kembangkan Bisnis Fashion Muslim Rafania

Sabtu, Juli 03, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Dani Ramdani merupakan pengusaha fashion muslim dengan brand Rafania. Dia mulai merintis bisnis sejak Desember 2013 di Jakarta, dengan menjual produk milik temannya.
Usahanya lalu berlanjut di kampung halamannya, Garut, sekitar bulan Februari 2014. "Seiring waktu bisa juga dikembangkan di desa sesuai dengan tujuan kita pulang ke kampung karena ingin bangun desa," ujarnya.
Akhirnya, dia memproduksi jilbab dengan brand sendiri, yakni Rafania. "Jilbab Rafania artinya kemakmuran," jelasnya.
Sebenarnya, dia pulang kampung tanpa ada persiapan. Bahkan bisnis yang dia rintis tidak mempunyai cukup modal, sehingga dia menghimpun dana investor.
Di tahun pertama berbisnis, dia mengalami kegagalan dan bangkrut hingga meninggalkan hutang senilai ratusan juta rupiah. Dia mengaku sempat putus asa dan mulai berfikir untuk kembali ke Jakarta.
"Itu pengalaman berharga dalam bisnis. Saya sampai saya kepikiran untuk kembali ke Jakarta melamar pekerjaan lagi. Tetapi setelah merenung dan berpikir bagaimana dan berapa lama waktu untuk membayar hutang ratusan juta kalau kita posisinya sebagai karyawan lagi. Saya mengingat kembali ke tujuan awal kita untuk bangun desa dengan buka lapangan pekerjaan maka mulailah kita produksi jilbab anak dengan brand sendiri," kenangnya.
Tak disangka, dalam kurun 2 tahun, hutang ratusan juta dapat dia lunasi. "Alhamdulillah, mendapatkan ujian dan pengalaman berharga di tahun pertama bisnis sampai akhirnya bisnis saya bisa sampai sekarang," bebernya.
Tips bisnisnya adalah fokus dan menyesuaikan visi misi hidup dengan visi misi usaha.
Kini, untuk mengembangkan bisnisnya, dia ingin membangun pabrik semi garmen dengan ruangan yang bisa digunakan oleh penjahit minimal 100 orang, pada tahun 2022.
Sementara itu, Dani merupakan member komunitas Tangan Di Atas (TDA) sejak tahun 2015. Banyak manfaat yang dia dapat di TDA. Seperti mentor, jaringan bisnis, sahabat di berbagai daerah, hingga tips pengembangan ilmu bisnis.


Sumber : Kumparan

0 comments: