Kenali Fase Siklus Menstruasi yang Pengaruhi Kehidupan Seks

Selasa, Juli 06, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Fluktuasi gairah seks, terutama pada perempuan, juga dipengaruhi fluktuasi hormon selama siklus menstruasi. Berikut fase siklus mentruasi yang pengaruhi seks. (iStockphoto/bymuratdeniz)


Minggu ini Anda begitu bergairah soal seks, tapi minggu lalu seks terasa 'garing' bagai kewajiban antara suami-istri. Mengapa bisa demikian?

Ada banyak tips di luar sana yang bicara soal meningkatkan gairah seks atau seribu satu cara membuat kehidupan seks lebih baik. Namun fluktuasi gairah seks, terutama pada perempuan, juga dipengaruhi fluktuasi hormon selama siklus menstruasi.

Saat Anda memahami siklusnya, Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk menyiasatinya. Secara umum, ada empat fase siklus menstruasi yakni menstruasi, fase folikuler, ovulasi dan luteal.

Berikut fase siklus mentruasi yang pengaruhi kehidupan seks.

Menstruasi

Di sini fase saat produksi estrogen dan progesteron turun dan rahim melepas lapisannya. Sebagian orang menganggap, menstruasi berarti saatnya tidak berhubungan seks. Namun Aimee Eyvazzadeh, dokter spesialis kandungan, menyebut banyak orang benar-benar melaporkan peningkatan gairah seks mereka.

Meski ada pertimbangan seks bakal kotor dan berantakan, nyatanya seks selama menstruasi menawarkan manfaat.

Sebagaimana dilansir Healthline, seks akan mengurangi kram, gairah seks tinggi, ada lubrikan natural, mengurangi sakit kepala, bahkan bisa memperpendek periode menstruasi. Ini karena kontraksi otot akibat orgasme mendorong peluruhan darah haid lebih cepat.

Fase folikuler

Fase ini mencakup fase menstruasi dan satu atau dua minggu setelah menstruasi. Hormon perangsang folikel (follicle stimulating hormone) membantu folikel ovarium tumbuh sehingga Anda memproduksi lebih banyak estrogen.

"Hasrat seksual Anda mungkin meningkat saat Anda menjauh dari menstruasi dan menuju ovulasi," ujar seksolog Sarah Melancon, seperti dikutip Hello Giggles.

Fase ini, lanjutnya, bisa terasa lebih menyenangkan dan ringan. Di fase folikuler, bakal menarik jika melancarkan eksplorasi hal baru misal, mencoba sex toys baru atau menjajal posisi yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Ovulasi

Ovulasi terjadi 12-24 jam selama 2 minggu sebelum masuk menstruasi. Di sini ovarium melepas sel-sel telur, lalu sel telur turun hingga tuba falopi untuk dibuahi sperma.

"Jika kita memikirkan hal ini secara evolusioner, kita dapat dengan aman berasumsi bahwa fase siklus dengan gairah seks tertinggi adalah saat kita paling mungkin untuk hamil. Dan asumsi ini benar! Puncak estrogen sesaat sebelum ovulasi cenderung memicu peningkatan libido," jelas Eyvazzadeh.

Ini bukan omong kosong sebab sudah ada bukti secara ilmiah. Menurut Psychology Today, peneliti dari Arizona State University meminta 236 perempuan untuk membuat buku harian guna melacak masturbasi. Hasilnya, masturbasi mencapai puncak saat ovulasi.

Peneliti Belanda menunjukkan video erotis pada 20 perempuan yang alat kelaminnya dipasang kawat untuk mendeteksi aliran darah. Peningkatan aliran darah jadi indikator gairah fisiologis. Pada waktu ovulasi, aliran darah kelamin meningkat paling banyak. Peserta juga melaporkan mereka merasa paling terangsang saat ovulasi dalam sebulan.

Eyvazzadeh menambahkan fase ovulasi juga menghasilkan lebih banyak cairan serviks sehingga Anda akan lebih terlumasi. Seks di fase ovulasi akan memperbesar kemungkinan hamil sebab sel telur sudah siap dan cairan serviks akan membantu sperma masuk.

Fase luteal

Fase ini berlangsung sekitar 2 minggu sebelum menstruasi. Di sini tingkat progesteron sedang mencapai puncaknya. Secara fisiologis, Anda akan merasakan gejala PMS atau pre-menstrual syndrome seperti, nyeri payudara, kembung, kelelahan juga gampang marah.

"Semua gejala ini bisa berdampak besar pada libido kita. Ketika kita tidak nyaman atau stres, tubuh secara alami tidak ingin apapun seputar seks," ujar Eyvazzadeh.

Saat tubuh beralih dari ovulasi ke luteal, Anda mungkin merasakan penurunan gairah seks. Melancon menyarankan untuk mendengar kebutuhan tubuh. Saat pasangan menginginkan seks, sebaiknya bicarakan dan tidak masalah untuk berkata 'Hari ini enggak dulu'.

Untuk lebih mengenal fase siklus menstruasi, sebaiknya gunakan alat pelacak yang kini tersedia dalam bentuk aplikasi. Ini lebih penjelasan secara umum sebab tiap orang memiliki pengalaman berbeda di tiap fasenya.

"Jika tubuh mengatakan 'Ya' untuk seks, lakukanlah! Tapi jika Anda lebih suka meringkuk dengan buku dan secangkir cokelat panas, ambil waktu yang Anda butuhkan," jelas Melancon.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: