Keraton Kanoman Cirebon, Destinasi Wisata Religi Dengan Sejuta Nilai Sejarah di Dalamnya.

Sabtu, Juli 10, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Kota Cirebon tentu tidak bisa dipisahkan dengan sejarah perkembangan Islam di dalamnya. Karena di Kota Para Wali ini terdapat kerajaan Islam yang meninggalkan tempat-tempat bersejarah seperti keraton.

Di kota Cirebon terdapat beberapa keraton yang hingga kini masih terjaga dan memiliki pemimpin yang dihormati masyarakat.

Keempat keraton tersebut yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan yang terakhir Keraton Kaprabonan. 

Namun yang akan kita bahas kali ini yaitu Keraton Kanoman. Objek wisata sejarah yang satu ini memiliki luas 6 hektare. 

Keraton Kanoman memiliki beberapa keunikan yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Diantaranya yaitu:

Pertama, memiliki Lawang atau pintu masuk bangunan dengan nama dan fungsinya masing-masing. Nama-nama pintu masuk tersebut tentu memiliki makna dan arti filosofis yang mendalam. Pintu-pintu tersebut bernama Lawang Syahadat, Lawang Kiblat, Lawang Siblawong dan Lawang Kejaksan.

Kedua, terdapat Sanggar Kemuning. Hal ini karena memiliki halaman yang luas dan terdapat Sanggar sebagai tempat latihan para penari.

Ketiga, terdapat Mande Pancaratna dan Pancaniti,  yang memiliki arti tempat para prajurit berjaga. Akan tetapi, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memasuki ruangan tersebut.

Keempat, keraton Kanoman memiliki sebuah gedung atau bangunan yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan pusaka. Di dalam gedung ini, terdapat banyak pusaka yang disimpan di dalamnya, dan gedung ini bernama Gedung Pusakan.

Kelima atau yang terakhir adalah keberadaan tujuh buah sumur yang dipercaya memiliki keutamaan dan fungsi sesuai dengan keinginan masing-masing.

Sumur-sumur tersebut berada di Kebon Jimat, yakni sebuah tempat sakral dan privasi keluarga Keraton. Konon, dua dari tujuh sumur itu berada di dalam keraton dan hanya bisa dilihat pada hari-hari tertentu saja.

Salah satu sumur yang ada bernama Sumur Penganten, yang  dipercaya merupakan peninggalan sejak zaman Wali Songo.

Sumur tersebut dipercaya dapat mempermudah kaum perempuan dalam mendapatkan jodoh setelah mandi atau cuci muka di Sumur Penganten.

Akan tetapi di kondisi pandemi Covid-19 ini, mengakibatkan terjadinya pembatasan waktu kunjungan dan bagi para pengunjung harus mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan Pemerintah.

Kamu sudah pernah ke Keraton Cirebon?



Sumber : Akurat.co

0 comments: