Peduli Anak Down Syndrome, Remaja Indonesia Terima Penghargaan Putri Diana

Senin, Juli 05, 2021 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



   Ketika banyak anak muda di sekitar kita yang berlomba mencari ketenaran sesaat di media sosial, Carys Mihardja sibuk mengadvokasi anak-anak dengan down syndrome.
Berkat kepeduliannya, Carys yang baru berusia 17 tahun ini sudah mendapat pengakuan di kancah internasional. Salah satunya, penghargaan dari yayasan mendiang Putri Diana.

Sepintas, Carys Mihardja tampak seperti remaja pada umumnya. Hari-hari siswi sebuah sekolah swasta di Karawaci, Tangerang, ini disibukkan dengan mengerjakan berbagai tugas sekolah.Namun, kesibukan Carys semakin bertambah tiga tahun terakhir sejak mendirikan Carys Cares yang fokus merangkul mereka dengan kondisi down-syndrome.

Carys Cares lahir karena ia prihatin dengan prasangka buruk dan tindakan diskriminasi yang kerap dialami orang-orang down syndrome di Indonesia. Eksistensi mereka masih dipandang sebelah mata.

Kesempatan kerja yang sangat sedikit, kata Carys, menjadi buktinya. "Sewaktu ibuku kerja di KFC Australia semasa kuliah 30 tahun lalu, mereka sudah mempekerjakan orang-orang down syndrome. Awareness di sana sudah sangat baik," ungkap Carys saat berbincang dengan Wolipop baru-baru ini.Stigma
Menurut Carys, berbagai stigma tentang down syndrome menjadi salah satu penyebab rendahnya kepedulian masyarakat di Indonesia.

Stigma yang paling sering ditemui adalah anggapan bahwa tingkat kecerdasan anak down syndrome di bawah rata-rata. "Memang secara psikologis, teman-teman down syndrome memiliki beberapa keterlambatan perkembangan. Namun, ketika diajak ngobrol, mereka sangat memahami apa yang kita bicarakan," kata Carys.Ada pula stigma lain yang menurut Carys sangat konyol dan menyesatkan, yakni bahwa down syndrome merupakan penyakit menular. "Justru yang menular itu rasa cuek terhadap sesama dan tidak mau belajar menerima perbedaan," tegasnya.

Carys sendiri mulai mengenal isu down syndrome dari sang ibu. Ibunya kerap terlibat aktif di kegiatan-kegiatan Potads (Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome).

Suatu ketika sebelum Carys Cares terbentuk, Carys secara mendadak menghadiri kegiatan Potads untuk menggantikan sang ibu. Acara tersebut yang akhirnya membuka mata Carys terhadap potensi anak-anak berkebutuhan khusus ini.Lewat Carys Cares, Carys ingin membuktikan bahwa mereka sudah selayaknya mendapat perlakuan yang setara dengan orang-orang 'normal'.


"Carys percaya, bukan perbedaan yang memisahkan orang-orang, tapi ketidakmampuan kita untuk mengenali, menerima, dan merayakan perbedaan ini," katanya.

Carys Cares rutin menggelar pertemuan dan berbagai kegiatan yang mengasah bakat anak-anak down syndrome. Saat pandemi sekalipun, silaturahmi di Carys Cares tetap terjalin meski secara virtual.

Belakangan, Carys Cares sedang gencar mempromosikan koleksi merchandise yang hasil penjualannya akan didonasikan untuk keluarga yang terdampak COVID-19 melalui Potads. "Selama pandemi ini, ada orangtua yang harus memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak down syndrome mereka dan tak semuanya bisa memiliki 'kemewahan' tersebut," kata Carys.

Terdiri dari tas, botol minum, sarung laptop, hingga masker, produk-produk tersebut menampilkan corak yang diambil dari lukisan anak-anak down syndrome. Carys menjualnya secara daring dan luring lewat sejumlah department store papan atas yang mendukungnya.

Sumber :wolipop.detik.com

0 comments: