Rangkaian Peristiwa Sejarah di Indonesia Sejak Era Penjajahan

Senin, Juli 12, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Terbentuknya negara Indonesia melalui serangkaian peristiwa panjang dan tak mudah. Sejak masa kolonisasi, pendudukan, hingga pasca-kemerdekaan telah menorehkan banyak peristiwa sejarah di Indonesia. 

Berikut deretan peristiwa yang menjadi sejarah di Indonesia sejak masa penjajahan hingga merdeka.


Perang Jawa (1825-1830)


Perang Diponegoro atau Perang Jawa adalah peristiwa sejarah di Indonesia melawan kolonialisme Belanda. (Foto: Diolah dari Detik Visual)


Perang Jawa ditokohi oleh pahlawan nasional Pangeran Diponegoro selama lima tahun. Perang meletus saat makam leluhur Pangeran Diponegoro akan dirusak dan campur tangan Belanda dalam urusan internal keraton. 

Pangeran Diponegoro menerapkan strategi perang gerilya saat melawan Belanda yang membuat dirinya sulit ditangkap.

Namun Belanda berhasil menyudutkan dan menangkap Pangeran Diponegoro di Magelang. Perang Jawa memakan banyak korban jiwa, termasuk warga pribumi dan serdadu Belanda. 

Terbitnya Surat Kabar Sin Po (1910) 

Surat kabar Sin Po merupakan surat kabar Tionghoa yang dicetak menggunakan Bahasa Melayu yang terbit saat masa penjajahan kolonial. 

Surat kabar Sin Po memiliki peran besar dan penting dalam sejarah Indonesia yakni menjadi harian surat kabar pertama yang memuat teks lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. 

Harian Sin Po juga memelopori penggunaan nama 'Indonesia' untuk menggantikan penyebutan 'Hindia Belanda'. Surat kabar Sin Po sempat terhenti saat penjajahan Jepang tahun 1942 sebelum dibredel oleh pemerintah setelah peristiwa G30S/PKI tahun 1965. 

Berdirinya Organisasi Budi Utomo (1908) 

Berdirinya organisasi pemuda Budi Utomo menjadi simbol kebangkitan nasional merupakan salah satu peristiwa sejarah di Indonesia. (Foto: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen via Wikimedia Commons) 

Organisasi yang digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan organisasi kepemudaan yang menjadi awal pergerakan kebangkitan nasional Indonesia lewat kaum terpelajar. 

Organisasi Budi Utomo beranggotakan para kaum intelektual Jawa yang berkuliah di Stovia (School tot Opleiding van Indische Artsen) atau sekolah Pendidikan Dokter Hindia. 

Dalam perjalanannya anggota Budi Utomo mengalami berbagai pergantian anggota dan pemahaman kultural. 

Kongres Pemuda I dan II (1926 & 1928) 

Kongres Pemuda pertama terjadi pada 30 April hingga 2 Mei 1926 yang terbentuk di Weltevreden (Lapangan Banteng saat ini). Kongres ini membahas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan budaya. 

Dinamakan Kongres Pemuda karena perhimpunan ini dihadiri oleh berbagai organisasi pemuda. Organisasi pemuda yang hadir saat itu adalah Jong Java, Jong Sumatera, Jong Betawi dan lainnya. 

Kongres Pemuda kemudian berlanjut ke Kongres kedua pada 1928 yang dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito dari Perhimpunan Pelajar Indonesia yang kemudian melahirkan Sumpah Pemuda. 

Sumpah Pemuda (1928) 

Sumpah Pemuda merupakan salah satu peristiwa bersejarah di Indonesia. Sumpah Pemuda menjadi penggerak utama penggerak kemerdekaan Indonesia. 

Sumpah Pemuda merupakan hasil keputusan dari Kongres Pemuda Kedua yang berisikan Bertanah Air Satu, Berbangsa Satu, Berbahasa Indonesia. 

Sejak 16 Desember 1959 melalui Keppres No. 316 tahun 1959, tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda dan hari libur nasional. 

Kelahiran Pancasila (1945) 




Kelahiran Pancasila pada 1 Juni menjadi salah satu peristiwa sejarah di Indonesia. (Foto: Istockphoto/chelovek) 

Kelahiran sila-sila Pancasila lahir dalam pidato Soekarno di sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, merujuk BPIP. 

Isi pidato tersebut kemudian disempurnakan dan dibahas oleh para intelektual bangsa dan ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia. 

Istilah Pancasila mengacu pada Bahasa Sanskerta dengan panca yang artinya lima dan sila yang berarti dasar atau asas. 1 Juni ditetapkan sebagai libur nasional melalui Keppres Nomor 24 tahun 2016.



Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) 

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan peristiwa sejarah di Indonesia yang sangat penting. Dengan dibacakannya teks proklamasi oleh Ir. Soekarno, Indonesia resmi menjadi negara merdeka pada 17 Agustus 1945. 

Pembacaan teks proklamasi bertempat di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat. Teks Proklamasi ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang juga menjadi presiden dan wakil presiden pertama Indonesia.



Pertempuran Surabaya (1945) 

Pertempuran Surabaya terjadi pada 10 November 1945 yang kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan dan dijadikan sebagai hari libur nasional. Kota Surabaya menjadi medan perang antara pasukan Inggris dengan tentara dan rakyat Surabaya. 

Pertempuran Surabaya menjadi perang pertama di Indonesia setelah Presiden Soekarno menyatakan proklamasi kemerdekaan pada Agustus. 

Ada dua hal ikonis dari peristiwa ini yakni, perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato dan pidato membara dari Bung Tomo dengan semboyannya 'Merdeka atau Mati'.

Peristiwa Bandung Lautan Api (1946) 

Terbakarnya Bandung hingga disebut seperti lautan api terjadi pada 23 Maret 1946, menjadi salah satu rangkaian dari peristiwa sejarah di Indonesia. 

Dibakarnya seantero Kota Bandung dilakukan penduduknya merupakan strategi rakyat Indonesia menghindari kota dikuasai dan digunakan sebagai markas oleh militer Belanda. 

Akibat dari peristiwa Bandung Lautan Api, sebanyak 200.000 penduduk mengungsi.


Konferensi Meja Bundar (1949)


Konferensi Meja Bundar (KMB) menandai lepasnya Indonesia dari cengkeraman Belanda. Konferensi Meja Bundar diadakan di Den Haag pada 23 Agustus hingga 2 November 1949.

Sebelum KMB terjadi, terdapat tiga rangkaian perjanjian Indonesia dan Belanda yang mendahului, perjanjian tersebut di antaranya Perjanjian Linggarjati (1947), Perjanjian Renville (1948), dan Perjanjian Roem Royen (1949), serta peristiwa Agresi Militer Belanda I dan II. 

Indonesia Menjadi Anggota PBB (1950) 

Indonesia resmi menjadi anggota PBB ke-60 pada 28 September 1950, merujuk Kemlu. Hal tersebut bisa terjadi setelah pengakuan Belanda dalam Konferensi Meja Bundar. 

Namun Indonesia keluar dari keanggotaan PBB pada 7 Januari 1965 setelah konfrontasi Indonesia dan Malaysia, kemudian bergabung kembali pada 1966. 

Peristiwa G30S PKI (1965)


Gerakan 30 September merupakan gerakan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis. 

Gerakan yang diketuai oleh DN Aidit itu mengincar para perwira tinggi TNI AD. Setidaknya, 6 jenderal dan 1 perwira menjadi korban dan jasadnya dibawa ke Lubang Buaya. 

Ketujuh korban kemudian ditetapkan menjadi pahlawan revolusi yang kemudian diakui sebagai Pahlawan Nasional. 

Soeharto Presiden Kedua RI dengan Masa Jabatan Terlama (1968) 

Sosok yang disebut sebagai The Smiling General ini menjadi presiden kedua RI pada 26 Maret 1968. 

Soeharto tidak langsung menjadi presiden menggantikan Soekarno, melainkan terlebih dulu menjabat sebagai Pejabat Presiden sesuai dengan ketetapan MPRS. 

Pamornya naik setelah Presiden Soekarno memercayakan permasalahan PKI kepada Soeharto. Soeharto memerintah Indonesia 32 tahun lamanya dari 1968 hingga 1998. 

Krisis Moneter di Indonesia (1998) 

Krisis finansial menghantam keras Indonesia pada 1998. Krisis moneter ini disebabkan akibat krisis finansial yang melanda Asia. 

Selama masa krismon, inflasi rupiah jatuh, harga bahan makanan menjadi mahal, dan berdampak pada kekacauan di Indonesia hingga menyebabkan Soeharto lengser.

Presiden Soeharto Turun Takhta (1998) 

Presiden Soeharto lengser dari kursi kepresidenan pada 21 Mei 1998 setelah berkuasa 32 tahun lamanya. 

Soeharto mengundurkan diri saat baru dua bulan dipilih kembali untuk ketujuh kalinya. Soeharto mundur setelah mendapat tekanan kuat masyarakat yang menuntut reformasi akibat permasalahan ekonomi, politik, dan sosial yang telah lama menggelembung. 

Salah satu memori yang paling diingat dalam aksi menurunkan Soeharto adalah Tragedi Trisakti. Enam mahasiswa tewas diterjang peluru tajam dalam aksi damai demonstrasi mahasiswa. 

Sementara kerusuhan dan penjarahan dan kerusuhan SARA melanda hampir sebagian Jakarta. Posisi presiden kemudian digantikan oleh B. J. Habibie sebagai presiden ke-3 RI. 

Pilpres Pertama Kali (2004)


Peristiwa sejarah di Indonesia selanjutnya adalah pemilihan umum (pemilu) pada 2004. 

Ini adalah pemilu pertama yang memungkinkan rakyat memilih presiden secara langsung dan dilakukan dengan cara yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. 

Pemilihan Umum ini diselenggarakan selama 2 putaran. Putaran pertama diselenggarakan pada 5 Juli 2004 diikuti oleh 5 paslon, kemudian pemilu putaran kedua pada 20 September 2004 diikuti oleh 2 paslon. 

Pada pemilu kali pertama Indonesia ini dimenangkan oleh pasangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (imb/fef)


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: