Rumah Masa Kecil Ibunda Bung Karno, Siap Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Rabu, Juli 21, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Rumah masa kecil Nyoman Rai Serimben, Ibunda Presiden RI pertama Bung Karno memang tuntas direstorasi awal 2021 lalu. Kini, pihak kelurga besar Bale Agung pun tengah menuggu tuntasnya pembangunan RTH Bung Karno, Kelurahan Sukasada sebagai bagian dari pembangunan Soekarno Heritage di Singaraja, sebagai destinasi wisata sejarah di Singaraja.

Penglingsir di Banjar Bale Agung, Jro Mangku Made Arsana, 70 kepada Bali Express (Jawa Pos Group) mengatakan pihaknya menunggu arahan dari pemerintah terkait persiapan destinasi wisata sebagai rangkaian Soekarno Heritage.

“Kami dari pihak keluarga memang ada rencana akan menyiapkan apakah sebagai pengelola atau suka duka untuk meladeni pengunjung. Tapi yang jelas kami menunggu arahan pemerintah di bawah dinas terkait,” jelasnya.

Dari sisi bangunan, sesuai klausul saat diserahterimakan, pihak keluarga besar Bale Agung diberikan kewenangan untuk menjaga dan merawat banguan  bersejarah tersebut. Hanya saja, jika terjadi kerusakan, agar segera menyampaikan kepada Balai Cagar Budaya.

“Jadi memang sambil menunggu RTH Bung Karno tuntas, sehingga menjadi satu kesatuan destinasi wisata Soekarno Heritage di Singaraja,” imbuhnya.

Dikatakan Jro Mangku Arsana, selama rumah bersejarah yang direstorasi dari Dana APBN DIPA Pelestarian Cagar Budaya sebesar Rp 149 juta rupiah tersebut memang selalu ada saja yang berkunjung secara pribadi.

Mereka berasal dari berbagai kalangan. Pihaknya pun optimis, jika rumah Nyoman Rai Serimben ini akan menjadi destinasi wisata di Buleleng.“Kami optimis, ini bisa menjadi destinasi sejarah yang mengedukasi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, rumah masa kecil Ibunda Sang proklamator ini diusulkan menjadi cagar budaya. Hanya saja, untuk menetapkan rumah itu menjadi cagar budaya, memerlukan proses yang panjang. Salah satunya dengan menyusun Peraturan Daerah (Perda) sebagai turunan dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Bahkan, rumah tersebut sudah pernah dikunjungi oleh Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Triana Wulandari. Ia melihat jika bangunan Bale Gede ini berpotensi menjadi bagian dari destinasi wisata sejarah.

Tidak menutup kemungkinan jika nantinya bangunan yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun ini akan menjadi cagar budaya. Sehingga memerlukan penanganan khusus untuk melestarikan bangunan itu, salah satunya dengan melakukan restorasi untuk mengembalikan ke kondisi aslinya.


Sumber : Bali Express

0 comments: