Selama Pandemi Covid-19, 58% Masyarakat Asia Pasifik Hidup Lebih Sehat

Rabu, Juli 21, 2021 Majalah Holiday 0 Comments



Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)


SELAMA Pandemi Covid-19, masyarakat memang dianjurkan untuk hidup lebih sehat dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Hidup sehat dan berolahraga memang dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas tubuh, guna mencegah Covid-19 bertambah parah.

Memang pada kenyataannya masyarakat masih sangat khawatir dengan adanya virus Corona. Oleh karena itu, mereka pun berusaha hidup lebih sehat selama masa pandemi ini.

Hasil studi yang dilakukan perusahaan nutrisi global, Herbalife Nutrition, Survei 2020 Diet Decisions Survey, menemukan 58 persen responden di Asia Pasifik menerapkan pola makan lebih baik dan lebih rajin berolahraga selama pandemi Covid-19.

Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan adalah hal yang menggembirakan untuk mengetahui masyarakat Indonesia semakin menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama selama pandemi.

"Selalu banyak kesempatan untuk mengubah pola hidup ke arah yang semakin sehat," kata Andam.

Hidup Sehat

Survei dilakukan dengan melibatkan 8.000 konsumen di delapan negara Asia Pasifik, termasuk Australia, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Taiwan dan Vietnam.

Khusus di Indonesia, 79 persen responden mengatakan bahwa mereka setuju untuk memanfaatkan pandemi sebagai momentum mengubah pola makan dan gaya hidup.

Untuk menjaga kesehatan adalah alasan mayoritas responden (73 persen) dalam mengubah pola makan dan nutrisi mereka. Sementara 34 persen mengubah pola makan dan nutrisi untuk mendapatkan berat badan ideal.

Alasan responden Indonesia kenapa pandemi menjadi momentum untuk mengubah pola makan, 52 persen di antaranya menyatakan memiliki banyak waktu untuk mencari informasi terkait makanan dan pola makany ang lebih sehat.

Sementara 34 persen menyatakan memiliki lebih banyak waktu untuk memasak dan mencoba resep baru, 24 persen menyatakan punya kesempatan untuk jauh dari pengaruh yang berpeluang merusak pola

makan.

"Dari hasil survei, kita dapat mengamati bahwa masyarakat kita lebih banyak makan buah, sayuran, dan makanan nabati lainnya. Namun, faktanya, banyak konsumen ingin lebih banyak mengkonsumsi protein nabati yang padat nutrisi tetapi tidak tahu harus mulai dari mana," tuturnya.

"Ini menunjukkan perlunya pendidikan nutrisi masyarakat yang lebih luas untuk membantu konsumen membuat keputusan yang lebih baik dalam pola makan harian mereka," kata Andam Dewi.

Hasil survei juga mengungkapkan, 59 persen responden dari Indonesia telah mengambil keputusan untuk mengubah pola makan selama pandemi. Perubahan tersebut digambarkan dengan 39 persen responden menyatakan mulai dengan mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur. 

Sementara 28 persen responden juga menyebut lebih memilih makanan berbahan nabati dan 22 persen mencoba dengan mengurangi konsumsi nasi. Sejak mengubah pola makan, 79 persen responden Indonesia merasakan perbedaan pada kesehatan tubuhnya saat pandemi. 

Bahkan, 71 persen responden juga mengaku, pandemi memberi mereka lebih banyak waktu untuk berolahraga. Selain itu, 71 persen responden juga percaya, mereka akan menjadi individu yang lebih sehat saat pandemi berakhir, dan akan membawa dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan secara umum.




Sumber : okezone.com

0 comments: