Serbu Kota, Tentara Myanmar Tewaskan Setidaknya 25 Orang

Selasa, Juli 06, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Foto: Reuters.


YANGON - Pasukan keamanan Myanmar pada Jumat (2/7/2021) menewaskan setidaknya 25 orang dalam konfrontasi dengan penentang junta militer di sebuah kota di pusat negara Asia Tenggara itu, demikian dilaporkan dua warga dan media Myanmar, Minggu (4/7/2021).

Seorang juru bicara militer tidak menanggapi memberikan tanggapan saat diminta komentar tentang kekerasan di Depayin di wilayah Sagaing, sekira 300 km utara ibu kota, Naypyidaw, menurut laporan Reuters.

Global New Light of Myanmar yang dikelola pemerintah mengatakan "teroris bersenjata" telah menyergap pasukan keamanan yang berpatroli di sana, menewaskan salah satu dari mereka dan melukai enam orang. Dikatakan para penyerang mundur setelah pembalasan oleh pasukan keamanan.

Myanmar telah jatuh ke dalam kekacauan oleh kudeta 1 Februari terhadap pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, dengan kekerasan berkobar di banyak bagian negara berpenduduk lebih dari 53 juta orang itu.

Seorang warga Depayin, yang tidak mau disebutkan namanya karena takut akan pembalasan, mengatakan empat truk militer menurunkan tentara di desa itu pada Jumat pagi.

Pemuda-pemuda dari Angkatan Pertahanan Rakyat setempat, yang dibentuk untuk menentang junta, mengambil posisi untuk menghadapi mereka. Namun, mereka hanya memiliki senjata darurat dan dipaksa mundur oleh senjata yang lebih berat dari pasukan keamanan, kata penduduk tersebut.

"Ada orang yang sekarat di pertanian dan di dekat rel kereta api. Mereka (tentara) menembak semua yang bergerak," kata warga lain, yang mengatakan pamannya termasuk di antara yang tewas.

Sebanyak 25 mayat telah dikumpulkan setelah pertempuran, kata kedua warga.


Situs web layanan BBC Burma dan layanan Than Lwin Khet News melaporkan keterangan serupa. Sementara Kantor berita Myanmar Now menyebutkan jumlah korban tewas tidak kurang dari 31 dan mengatakan sekira 10.000 orang telah meninggalkan daerah itu.

Reuters tidak dapat memverifikasi detailnya secara independen.

Pasukan Pertahanan Rakyat Depayin mengatakan di halaman Facebook-nya bahwa 18 anggotanya telah tewas dan 11 lainnya terluka.

Pasukan Pertahanan Rakyat telah didirikan oleh penentang junta di banyak bagian Myanmar, beberapa dari mereka bekerja sama dengan Pemerintah Persatuan Nasional yang didirikan secara sembunyi-sembunyi untuk melawan pemerintahan junta militer.

Sekira dua lusin kelompok etnis bersenjata telah bertempur selama beberapa dekade di perbatasan Myanmar, tetapi Depayin berada di jantung mayoritas etnis Bamar, yang juga mendominasi angkatan bersenjata.

Kekerasan sejak kudeta telah mengusir lebih dari 230.000 orang dari rumah mereka, kata PBB. Ia juga mengatakan lebih dari 880 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan sejak kudeta dan lebih dari 5.200 ditahan.

Pihak berwenang militer mengatakan angka-angka ini tidak benar, tetapi belum memberikan perkiraan mereka sendiri.

Tentara mengatakan asumsi kekuasaannya sejalan dengan konstitusi. Junta militer menuduh kecurangan dalam pemilihan November yang disapu bersih oleh partai Suu Kyi, meskipun tuduhan itu dibantah oleh badan pemilihan sebelumnya.

Sementara itu Myanmar menghadapi tantangan lain setelah pihak berwenang melaporkan rekor harian 2.318 kasus COVID-19 pada Minggu. Sistem kesehatan negara telah kandas setelah ditinggalkan oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya sebagai protes atas pengambilalihan militer.



Sumber : okezone.com

0 comments: