TKI dari Malaysia Disergap saat Susupkan Narkoba ke Bintan

Senin, Juli 12, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Satres Narkoba Polres Bintan menangkap seorang Pekerja Imigran Indonesia (PMI) berinisial SU (34).


Pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditangkap lantaran kedapatan membawa narkotika jenis sabu dan pil ekstasi dari Malaysia.


Ia masuk ke Bintan melalui Pelabuhan Gentong, Pasar Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.


Kapolres Bintan, AKBP Bambang Sugihartono mengatakan pria yang ditangkap tersebut adalah TKI asal Lombok.


Tersangka membawa sabu dan pil ekstasi dari Malaysia ke Indonesia melalui pelabuhan ilegal di Tanjunguban.


"Kita amankan tersangka, Sabtu (26/6) lalu.Tersangka ditangkap selepas sampai di Pelabuhan Gentong, Tanjunguban atau pelabuhan tikus alias ilegal,"ucapnya, Minggu.


Bambang mengatakan tersangka diamankan ketika sedang berjalan kaki di sekitaran Tanah Kuning,Tanjunguban dengan gerak gerik yang mencurigakan.


Pihak kepolisian langsung mendekatinya dan melakukan penggeledahan seluruh badan.

Dari tangan pelaku, diamankan dua kilogram (Kg) sabu dan 49 butir pil ekstasi.


"Jadi pria tersebut memiliki sabu yang dililitkan di kedua paha dengan cara dilakban.Sedangkan pil ekstasi disimpan di celana dalam,"katanya.


Lanjutnya, dengan barang bukti itu pihak kepolisian langsung membawa tersangka ke Mapolres Bintan.


Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui hanya disuruh membawa sabu dan pil ekstasi tersebut oleh saudara berinisial JO yang merupakan WNI.


"Jo ini sedang berdomisili di Malaysia dan juga sama-sama berasal dari Lombok.Narkotika tersebut akan diserahkan ke saudara, G yang saat ini sedang berada di Lombok," tuturnya.


Saat ditanyakan berapa imbalan yang di dapatkan membawa narkotika itu,
tersangka dijanjikan oleh JO akan diberi uang sebesar Rp 9 juta, ditambah biaya operasional dan lainya.

"Total uang yang akan diterima tersangka untuk selundupkan sabu dan pil ekstasi sekitar Rp 15 juta,"terangnya.


Bambang juga menjelaskan, tersangka merupakan PMI (Pekerja Migran Indonesia) ilegal di Malaysia yang sudah bekerja selama hampir sebulan dan akan pulang kampung ke Lombok dikarenakan istrinya sedang sakit sehingga membutuhkan biaya pengobatan.


"Tersangka pun tidak memiliki uang yang cukup untuk biaya pengobatan istri. Maka dari itu tersangka tergiur dengan iming-iming JO,”ungkapnya.


Bambang juga menambahkan, untuk saat ini JO dan G masih dalam pengejaran pihak Kepolisian Polres Bintan.


"Dua orang berinisial JO dan G yang terlibat dalam kasus ini saat ini masih DPO,"jelasnya.

Saat ini tersangka masih ditahan di Rutan Polres Bintan dengan perkara UU Ri No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu Pasal 114 Ayat (2) dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 Tahun dan Pasal 112 Ayat (2), Pasal 113 Ayat (2) UU Ri No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.





Sumber : Tribun Batam

0 comments: