UMKM di 10 Destinasi Wisata Prioritas Didorong Naik Kelas

Kamis, Juli 22, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


UMKM didorong untuk memaksimalkan pemanfaatan aplikasi digital agar mampu mendongkrak pendapatan dan meningkatkan kelas bisnisnya.

Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memfasilitasi 26.000 UMKM di 10 destinasi wisata prioritas Indonesia. Dengan dukungan pendampingan oleh fasilitator, training center, bantuan paket data, aplikasi aggregator market place, aplikasi kasir (POS - point of sales), dan aplikasi pembelajaran online selama enam bulan, UMKM diharapkan lebih piawai dalam berbisnis menggunakan platform digital.

Pendampingan ini bertujuan agar tercapainya active selling dari 26.000 UMKM kategori produsen sektor pengolahan. Dari active selling, UMKM didorong untuk meningkatkan aktivitas toko online mereka yang ada di marketplace. Target kegiatan ini merupakan kelanjutan dari target yang telah dicapai tahun sebelumnya, yakni on-boarding (memiliki toko online) dari 20.000 UMKM di pasar-pasar tradisional di sepuluh kota yang ditunjuk.

“Kegiatan ini adalah lanjutan dari tahun lalu yakni on-boarding yang menyasar pedagang-pedagang pasar tradisional. Tahun ini kita melakukan active selling agar para UKM lebih gencar berdagang di pasar online dan dapat memaksimalkan aplikasi-aplikasi digital untuk meningkatkan akses pemasaran, permodalan dan bisnis yang relatif efektif dan efisien”, tutur Puti Adella Elvina, Sub Koordinator Kajian dan Survei Dampak UMKM Kemkominfo dalam keterangannya Kamis.

Pada Juni-Desember 2021, 26.000 UMKM tersebut didampingi dalam proses active selling, mendapatkan materi-materi pelatihan dengan topik Pemanfaatan Media Sosial, e-commerce, Teknologi Keuangan, Aplikasi POS (point of sales), dan Teknologi 4.0. Harapannya agar UMKM mampu meningkatkan kapasitas penggunaan aplikasi digital dalam kegiatan usahanya.

Selain itu 26.000 UMKM juga akan mendapatkan fasilitas aplikasi aggregator market place, untuk memudahkan proses monitoring terhadap aktivitas toko-toko online di beberapa market place. UMKM juga dipandu untuk menerapkan aplikasi POS agar proses transaksi mereka terbukukan dengan baik. Dua aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis selama kegiatan berlangsung. Untuk mengakses platform digital tersebut UMKM dibekali dengan fasilitas paket data.

Para fasilitator yang diterjunkan siap mendampingi para UMKM baik secara online maupun offline. Pendampingan secara offline dapat dilaksanakan di training center yang disediakan di setiap daerah lengkap dengan fasilitas wifi dan laptop. Namun, jika ada kendala untuk hadir ke training center, maka fasilitator akan datang ke lokasi usaha atau domisili dari para pelaku UMKM. Akses internet khusus di berbagai titik daerah juga disediakan bagi UMKM yang lokasi usahanya jauh dari training center.

Hal ini juga ditegaskan oleh Sumarno, Koordinator Adopsi Teknologi Digital UMKM Kemkominfo di sela-sela kunjungannya di lapangan.

“Para fasilitator yang telah mendapatkan pelatihan siap mendampingi UMKM baik online ataupun offline. Mau di training center bisa, mau di tempat usaha juga boleh. Pendampingan dan fasilitas ini diberikan untuk 26.000 UMKM selama enam bulan.”

Pemanfaatan teknologi dan aplikasi digital harus terus digaungkan agar para UMKM di berbagai industri, level, dan daerah, dapat merasakan manfaat teknologi digital untuk menunjang bisnis mereka.



Sumber : BeritaSatu.com

0 comments: