Viral Pramugari Marahi Dokter yang Buang Popok Bayi di Toilet Pesawat

Sabtu, Juli 17, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2021 07 16 406 2441815 viral-pramugari-marahi-dokter-yang-buang-popok-bayi-di-toilet-pesawat-M6xs98uSOb.JPG

 

SEORANG dokter asal Seattle, Amerika Serikat membuat gempar setelah dia mengklaim telah dilecehkan secara verbal oleh pramugari setelah membuang popok bekas bayinya di tempat sampah toilet pesawat. Ia bahkan dimasukkan dalam daftar larangan terbang karena membuat biohazard atau bahaya biologis.

Farah Naz Khan (34) menuturkan, ia bepergian dengan penerbangan Mesa Airlines dari Kalispell, Montana menuju Houston pada Jumat bersama suami dan putri mereka, yang baru berusia dua tahun.

"Saya harus mengganti popok bayi di kamar mandi belakang dan saya membuangnya di tempat pembuangan popok beraroma di dalam tempat sampah toilet," tulis ahli endokrinologi itu di akun Twitter-nya.

“Ketika saya datang ke depan, pramugari memarahi saya karena membuang popok berisi kotoran di pesawat. Dia mengatakan itu adalah 'biohazard' dan saya harus mengambilnya jika saya bisa. Jadi di sinilah saya, mengambil kembali popok kotorannya dari kamar mandi belakang,” keluhnya.

Ia lantas bertanya ke pramugari lainnya apakah bisa memberinya kantong sampah tambahan untuk memasukkan benda itu sementara untuk dibuang setelah penerbangan, jawaban mengejutkan justru diterimanya.

“Pramugari ini mengatakan kepada saya bahwa membuang popok di kamar mandi adalah hal yang diperbolehkan, jadi ketika saya mengonfrontasi pramugari awal tentang hal ini, dia meneriaki saya lagi dan mengatakan dia tidak ingin berurusan dengan saya,” tulis Khan.

Beberapa jam kemudian, wanita itu mngaku menerima telepon dari pramugari dengan nomor 800 United Airlines, yang memberi tahu bahwa ia telah dimasukkan dalam daftar larangan terbang karena insiden popok bayi tersebut.

Prmaugari Reuters

“Aku mengenali suara itu. Dia berkata; 'Karena insiden biohazard di pesawat hari ini, kami menempatkan Anda di daftar larangan terbang'. Ini membuat saya sangat marah karena saya mengalami pengalaman yang memalukan. Mereka menempatkan saya dalam daftar larangan terbang?” Khan mengatakan kepada NBC News.

Khan juga mengatakan bahwa anggota kru, yang identitasnya tak diketahui, mengeluarkan kata-kata kotor tak pantas kepadanya.

“Kalian membawa anak kalian kemana-mana. Apakah Anda tidak tahu bahwa beberapa orang hanya menginginkan penerbangan yang damai dan tidak ingin mendengarkan anak-anak Anda yang nakal?'” hardik pramugari itu kepada Khan.

Khan yang merupakan muslim belasteran Asia Selatan dan Amerika, itu mengaku tak paham apa yang dimaksud dengan istilah 'kalian' yang diucapkan awak kabin itu. Menurutnya, istilah tersebut merupakan sebuah penghinaan.

Dirinya masih tak percaya telah dimasukkan dalam daftar larangan terbang. Terlebih tak ada seorangpun dari maskapai yang menghubunginya sejak ia tiba di Houston. Menurutnya, tak ada seorangpun dari maskapai yang menyampaikan permohonan maaf atau setidaknya klarifikasi atas peristiwa tidak menyenangkan itu. Khan juga tidak mendapat informasi apapun apakah kru tersebur telah didisiplinkan. 

Namun dalam sebuah pernyataannya, perwakilan Mesa Airlines menyampaikan; “Rincian seperti yang dijelaskan oleh pelanggan kami tidak memenuhi standar tinggi yang ditetapkan Mesa untuk pramugari kami dan kami sedang meninjau masalah tersebut," demikian pernyataan Mesa.

Khan saat ini sedang memertimbangkan untuk menuntut sang pramugari atas insiden tersebut. "Saya secara sah khawatir tentang orang ini. Terlepas dari popok, jika dia bisa meneleponku dan mengatakan hal-hal itu, apa lagi yang bisa dia lakukan?" kata Khan.

"Kami menganggap serius tuduhan apapun dan kami akan melakukan penyelidikan penuh untuk menentukan apakah ada kebijakan perusahaan yang dilanggar,” ujar CEO Mesa Airlines, Jonathan Ornstein kepada The Post terpisah.

Ornstein lebih memilih skeptis perihal bagaimana sang pramugari dapat memanggil pelanggan dari nomor 800 dengan mengintimidasinya. Meski demikian, Ornstein menegaskan bahwa kasus itu masih dalam penyelidikan internal.

Ia menambahkan bahwa maskapai tidak memiliki kebijakan tentang cara membuang popok kotor. Namun kata Ornstein, pramugari biasanya menyediakan kantong plastik untuk penumpang.

 

Sumber : okezone

0 comments: