4 Ton Petai dan Jengkol Sumut Diekspor ke Jepang

Senin, Agustus 30, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi. Karantina Pertanian Belawan untuk pertama kalinya melepas ekspor 4 ton jengkol dan petai asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menuju Jepang. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Komoditas asal sub sektor hortikultura tersebut telah memenuhi persyaratan negara Jepang yang cukup ketat.

"Nilai petani dan jengkol yang diekspor sebesar Rp339 juta. Jadi tidak hanya digemari di pasar dalam negeri, jengkol dan petai asal Sumut juga laris di Jepang," kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto, Minggu (29/8)

Andi menyebutkan petai dan jengkol tersebut telah melalui proses serangkaian tindakan karantina dan telah dipastikan memenuhi persyaratan teknis negara tujuan oleh pejabat karantina dan diberangkatkan melalui Pelabuhan Belawan, Sumut.

"Sejalan dengan program strategis Kementerian Pertanian berupa peningkatan ekspor pertanian dengan gerakan tiga kali lipat ekspor pertanian atau Gratieks, kami terus menggali komoditas potensi dan melakukan pendampingan teknis, agar dapat tembus persyaratan dan protokol ekspor negara tujuan," ucapnya.

Jengkol Tembus Pasar Ekspor Jepang

Dari data lalu lintas ekspor di Karantina Pertanian Belawan, pada saat bersamaan juga turut dilepas 22 komoditas pertanian asal Sumut lainnya, yakni pinang biji, kopi biji, palm kernel oil, minyak sawit, santan kelapa, sayuran sawi, nipah, cabe jamu, manisan kelapa, damar batu, palm kernel strain (inti sawit), minyak inti kelapa sawit (hydrogenate palm kernel oil), kelapa parut, andaliman, kayu karet, buah durian, kulit buah manggis, sayuran kubis, bunga krisan,tepung tapioka, bungkil jagung dan kayu olahan.


Seluruh komoditas ekspor yang diberangkatkan dari Pelabuhan Belawan menuju 16 negara tujuan yakni China, Iran, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, Senegal, Malaysia, Taiwan, Uni Emirat Arab, Brasil, India, Chile, Korea Selatan, Jerman, Jepang dan Filipina.

Di sisi lain, Andi menambahkan kinerja ekspor pertanian asal Sumut, dari data sertifikasi pada Semester 1 Tahun 2021, mengalami peningkatan nilai ekspor sebesar 43,3 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

"Tidak hanya itu, jumlah eksportir dan jumlah negara tujuan mengalami peningkatan. Ini tentunya dapat menambah semangat pelaku agribisnis khususnya para petani, peternak dan pekebun di Sumut," urai Andi.

Ilustrasi jengkol. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Bambang mengapresiasi munculnya ragam komoditas ekspor berupa jengkol dan petai asal Sumatera Utara. Ia berharap, petani dan pelaku usaha di Sumut dapat meningkatkan produktivitas dan bersinergi untuk dapat menembus negara tujuan lain.

"Dengan memberikan kemudahan bagi eksportir dalam perijinan supaya proses ekspornya cepat, dapat mendorong tumbuhnya komoditas eksportir dan negara tujuan baru. Dan tentunya dengan tetap menjaga keamanan dan kualitas komoditas yang diekspor sesuai dengan persyaratan negara tujuan," paparnya.

Bambang menambahkan selaku otoritas karantina, melalui tindakan karantina memastikan seluruh produk pertanian yang akan diekspor telah memenuhi persyaratan internasional tentang sanitari dan fitosanitari sehingga memiliki daya saing di pasar global.

"Ekspor perdana petai dan jengkol ini juga dapat menjadi bukti bahwa sinergitas para pelaku pembangunan pertanian di Sumut terjalin dengan baik," pungkas Bambang.


Sumber : CNN Indonesia

0 comments: