5 Fenomena Unik Bahasa Indonesia yang Jarang Disadari, Kamu Tahu?

Senin, Agustus 30, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Bahasa Indonesia kaya dengan keunikan, misalnya dengan adanya homofon dan homograf. Foto/Sasin Tipchai, Pixabay



Bahasa Indonesia memang menjadi bahasa sehari-hari yang diucapkan. Namun tanpa disadari ada banyak hal unik dari bahasa Indonesia yang belum banyak orang tahu.

Nah, berikut ini lima fenomena unik dalam bahasa Indonesia yang perlu kamu tahu.


1. HURUF AWAL ANGKA

5 Fenomena Unik Bahasa Indonesia yang Jarang Disadari, Kamu Tahu?

Foto: Black Ice/Pexels

Satu-Sembilan
Dua-Delapan
Tiga-Tujuh
Empat -Enam

Kamu menyadari sesuatu? Ya, huruf awal angka terkecil dan terbesar memiliki kesamaan. Hal ini jarang sekali dijumpai dalam penyebutan angka dari berbagai bahasa. Jadi ini merupakan keunikan tersendiri bagi bahasa Indonesia.

2. HOMOFON

5 Fenomena Unik Bahasa Indonesia yang Jarang Disadari, Kamu Tahu?

Foto:Liliana Drew/Pexels

Bang Dio ke Bank untuk mengambil uang.

Ada yang aneh? Penyebutan Bang dan Bank sama tapi artinya berbeda dan ditulisnya pun berbeda. Dalam kajian linguistik, hal seperti ini dinamakan homofon, yaitu kata-kata yang pengucapannya sama, tapi penulisan dan maknanya berbeda.

3. HOMOGRAF


5 Fenomena Unik Bahasa Indonesia yang Jarang Disadari, Kamu Tahu?

Foto: Mali Maeder/Pexels

Dani dihukum karena memakan apel saat apel.

Siapa yang gagal paham membaca kalimat di atas? Apel di kalimat pertama artinya buah apel sedangkan apel kedua adalah upacara. Penyebutan kedua kata apel tersebut sedikit berbeda tapi untuk penulisannya sama, hal ini dinamakan homograf.

4. HURUF X

5 Fenomena Unik Bahasa Indonesia yang Jarang Disadari, Kamu Tahu?

Foto:PIRO4D/Pixabay

Dalam bahasa Indonesia, tidak ada kata yang menggunakan huruf X. Kecuali beberapa kata asing yang belum dipadanankan secara sempurna.

5. MONOFTONGISASI

5 Fenomena Unik Bahasa Indonesia yang Jarang Disadari, Kamu Tahu?

Foto:Nice Guys/Pexels


Apakah kalian pernah mendengar orang yang mengatakan kata “ramai” menjadi “rame”? Biasanya hal ini dilakukan untuk mempersingkat sebuah ucapan, yaitu dengan menggabungkan dua bunyi di akhir kata menjadi hanya satu bunyi. Dalam linguistik, hal ini dinamakan monoftongisasi.

Sumber : sindonews.com

0 comments: