76 TKI dari Malaysia Positif Covid-19, Dirawat di Rusunawa

Jumat, Agustus 13, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

 

Sebanyak 76 tenaga kerja Indonesia (TKI) atau sekarang disebut pekerja migran Indonesia (PMI) yang sedang menjalani karantina di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Nunukan Selatan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Selasa.

 

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tes swab PCR ratusan PMI yang sedang menjalani karantina di Rusunawa, sebagian besar positif.

 

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala BP2MI, AKBP FE Ginting membenarkan sebagian PMI sebanyak 76 orang yang melakukan karantina di Rusunawa terpapar Covid-19. Menurut Ginting, terpaparnya sebagian PMI tersebut, diduga terjadi saat menunggu proses pemulangan ke daerah masing-masing saat berada di tempat penampungan sementara (TPS) di Tawau.

 

“Memang mereka punya surat kesehatan, tapi itu diterima sebelum keberangkatan. Nah mereka berangkat melalui pintu keluar di Malaysia, di sana mereka sempat menunggu kepulangan, ada kemungkinan terpapar di sana,” kata Ginting menduga.

 

Sementara di Nunukan, Ginting mengakui antisipasi Pemkab Nunukan yang begitu selektif. Melakukan tes swab PCR lagi kepada para PMI tersebut. Ternyata setelah hasilnya keluar, benar saja masih banyak yang positif Covid-19. “Kami mendukung program pemerintah ini, artinya untuk antisipasi kemungkinan-kemungkinan masuknya virus ke daerah kita, untuk selamatkan daerah kita, diberlakukannya metode seperti itu, sinergi seluruh instansi terkait ini sangat bagus untuk daerah kita,” tambah Ginting.

 

Sejauh ini, pemeriksaan terhadap sejumlah PMI yang positif terus dilakukan. Kamis hari ini, juga tetap dilakukan pemeriksaan, apabila semua sudah negatif, selanjutnya akan dilakukan vaksinasi, sebelum akhirnya dikembalikan ke kampung halamannya masing-masing. “Kenapa harus vaksin, karena pemerintah di tempat mereka, tidak akan menerima pendatang, jika belum divaksin. Bahkan transportasi kapal yang memulangkan mereka juga menjadikan sertifikat vaksin sebagai syarat perjalanan,” ungkap Ginting.

 

Di Rusunawa, masih terdapat PMI lainnya yang juga menjalani karantina. Tindakan yang dilakukan memang harus memisahkan bagi para PMI yang terpapar, maupun tidak. Hanya sebagian besar keluarga, menginginkan mereka tetap bersama-sama dalam kamar yang sama karena hubungan keluarga.

 

“Namanya juga suami, istri dan anak, dalam 1 kamar. Ternyata ada yang suaminya positif, istri negatif, nah mereka ini meminta tidak dipisahkan. Akhirnya kita putuskan saja, bagi yang terpapar, tempatnya lantai paling atas, yang tidak di bawah. Namun jika keluarga ingin tetap bersama, tetap menjaga prokesnya jika naik ke lantai atas Rusunawa,” beber Ginting.

 

 


Sumber : Kaltara.prokal.co

0 comments: