Agar Semakin Cinta, Yuk Mengenal Lagu Daerah #DiIndonesiaAja

Sabtu, Agustus 21, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Indonesia memiliki keberagaman budaya, tradisi, serta adat istiadat yang terkenal luas hingga mancanegara. Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah lagu daerah.

Berbagai macam lagu daerah kerap dinyanyikan dalam beragam perayaan, baik acara adat maupun nasional. Mengenalkan lagu daerah #DiIndonesiaAja kepada anak saat #DiRumahAja bisa membangkitkan dan memperkuat rasa cinta Tanah Air. Apalagi pada bulan Agustus ini masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 dengan tema #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh. Yuk, mengenal lagu daerah Indonesia!

1. Bungong Jeumpa (Aceh)

 

Foto. shutterstock

Bungong jeumpa bungong jeumpa, meugah di Aceh (Bunga cempaka yang terkenal di Aceh), sepenggal lirik lagu ini bagi sebagian orang jika mendengarnya mungkin hanya sebatas lagu daerah saja. Namun lebih dari itu, Bungong Jeumpa bagi kebudayaan Aceh melambangkan semangat dan keindahan tanah Aceh. Keindahan tanah Aceh yang merupakan provinsi paling barat Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Aceh merupakan destinasi wisata dengan paket lengkap, mulai dari wisata kuliner, seperti mei Aceh, ayam tangkap, sate matang, bubur kanji Rumbi, dan lain sebagainya. Anda bisa mendapatkan mie Aceh dengan #BeliKreatifLokal secara online di @kedaimie_kopiaceh, @mie_aceh, atau @mie.aceh.manyar.

Sedangkan wisata alamnya, seperti Pantai Lhok Mee terletak di Aceh Besar, Danau Aneuk Laot di kota Sabang, Buntul Rintis di Aceh Tengah,

Wisata kuliner hingga wisata alam tersebar dari Ibu Kota Provinsi Banda Aceh, sampai Pulau Sabang.

Bungong jeumpa sendiri dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai bunga cempaka yang banyak ditemukan di pulau Sumatera begitu pula di Aceh. Bagi masyarakat Aceh, bunga ini biasa ditanam di perkarangan rumah. Keharuman bunga ini juga sudah dijadikan sebagai salah satu varian baru dalam produk parfum lokal dan diminati banyak kalangan.

2. Sinanggar Tulo (Sumatera Utara)

 

Foto. shutterstock

Sinanggar tullo tullo a tullo, Sinanggar tullo tullo a tullo. Penggalan lirik lagu berjudul Sinanggar Tulo ini berasal dari daerah Tapanuli, Sumatera Utara. Lagu Batak ini termasuk salah satu lagu populer yang juga kerap dinyanyikan tidak hanya oleh suku Batak saja tetapi di luar dari suku tersebut.

Makna lagu tersebut menggambarkan keluh kesah seorang perjaka yang harus menuruti perintah ibunya. Ibunya menginginkan agar putranya mendapatkan kekasih dari keturunan Marga Tobing dan juga merupakan pariban. Artinya marga dari sang ibu harus sama dengan marga sang calon kekasih dari sang perjaka.

Tidak hanya keberagaman marga yang dimiliki Sumatera Utara, keindahan budaya dan alamnya pun juga beragam. Mulai dari Taman Nasional Gunung Leuseur, kawah Gunung Sibayak, hingga bentang alam Danau Toba yang begitu indah sangat menarik untuk dikunjungi. Di samping itu produk dari pelaku ekonomi kreatif juga bisa dijadikan cinderamata, seperti Ulos, Songket, hingga beragam kopi khas Sumatera Utara. Eits, karena masih pandemi, tulis dahulu destinasi wisata tersebut dalam wishlist wisata Anda. Selain itu, jika ingin menikmati beragam kopi khas Sumatera Utara #DiRumahAja, jangan lupa untuk #BeliKreatifLokal secara online dari pelaku ekonomi kreatif lokal, seperti @ganbakopi atau @kopilimadetik, ya!

3. Manuk Dadali (Jawa Barat)

 

insatagram : @rita_tila

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang. Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang. Sepenggal lirik lagu Manuk Dadali membawa pesan keberagaman dan hidup yang harmonis melalui simbol burung garuda yang merupakan simbol negara Indonesia.

Lagu Manuk Dadali memuat syair lagu yang bernapaskan nasionalisme. Selain daripada itu, lagu ini sangat enak didengar, terlebih jika dinyanyikan menggunakan angklung, alat musik khas Jawa Barat yang masyhur itu. Angklung banyak di pertunjukan di beberapa daerah di Jawa Barat, salah satunya di Saung Angklung Udjo yang berlokasi di Jalan Padasuka, Bandung, Jawa Barat. Saung Angklung Udjo merupakan tempat kesenian Angklung yang terkenal mulai dari domestik hingga mancanegara. Selain Angklung juga terdapat galeri seni yang membuat olahan kerajinan tangan berbahan dasar bambu. Jika keadaan telah membaik, jangan lupa ajak keluarga Anda untuk berkunjung ke sini ya!

4. Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan)

 

Foto. YouTube Ucu Shunrei

Ampar-ampar pisang, Pisangku belum masak, Masak sabigi dihurung bari-bari. Ampar-Ampar Pisang adalah lagu daerah asal Banjar, Kalimantan Selatan, yang menceritakan tentang makanan khas Kalimantan Selatan yang amat disukai. Lagu ini bercerita tentang pisang yang diolah dengan cara diamparkan/dijemur dalam proses pengolahannya untuk menjadi makanan khas daerah tersebut.

Lagu ini sering dinyanyikan anak-anak sebagai lagu pengiring dalam permainan. Lagu ini juga menggambarkan kebiasaan masyarakat Kalimantan Selatan yang suka menyusun buah pisang yang mulai masak. Kalaupun sudah masak dan hanya sebiji, anak-anak mulai menggerumuti pisang tersebut dan memakannya. Jika berbicara tentang Kalimantan Selatan tidak hanya keripik pisangnya saja yang menjadi daya tarik kulinernya, ada juga soto Banjar, iwak pakasam, mie bancir, dan masih banyak lagi. Lebih dari itu, keberagaman alam yang dimiliki Kalimantan Selatan juga menjadi magnet lainnya bagi para pelancong, seperti Gua Batu Hapu di Kabupaten Tapin, Danau Biru Pengaron di Kabupaten Banjar, hingga Hutan Pinus Mentaos berlokasi di Kabupaten Banjar, yang sayang untuk dilewatkan. Jika ingin berkunjung untuk menikmati keindahan alam serta kenikmatan kuliner khasnya, sabar dulu ya sampai situasi membaik atau Anda bisa pesan melalui aplikasi pesan antar jika ingin menikmati kuliner khas Kalimantan Selatan #DiRumahAja!

5. Si Patokaan (Sulawesi Utara)

 

Foto. YouTube Armando Loho

Sayang sayang si patokaan, Matego tego gorokan sayang, Sako mangemo tanah man jauh. Lagu Si Patokaan yang berasal dari Sulawesi Utara memiliki pola penuturan pantun ini adalah ungkapan perasaan cinta sekaligus khawatir seorang ibu kepada anaknya yang sudah beranjak dewasa dan telah diwajibkan mencari nafkah sendiri, biasanya untuk anak laki-laki.

Tradisi merantau erat kaitannya dengan lirik lagu tersebut. Bila dilihat lebih dalam, lirik tersebut secara utuh mengandung doa sekaligus motivasi kepada objek penutur, yaitu anaknya. Tetapi pada lirik kedua, ibu sebagai subjek, berpesan sisi buruk dari hidup. Bukan untuk menakuti, tetapi lebih bertujuan mengingatkan dan memperlihatkan kenyataan bahwa manusia tidak bisa terhindar dari kondisi yang sulit. Apalagi hidup di tanah yang jauh dan asing dirasa sangat berat dan berbeda dengan hidup di tanah sendiri.

Lagu Si Patokaan tidak hanya banyak dinyanyikan di daerah asalnya Sulawesi Utara, tetapi juga sudah dikenal ke berbagai daerah lainnya. Sama halnya dengan salah satu destinasi wisata di Sulawesi Utara yaitu Likupang. Masuk sebagai ke dalam destinasi super prioritas, Likupang memiliki keindahan alam yang sudah diketahui masyarakat luas. Likupang tidak hanya memiliki laut yang biru, akan tetapi ada bubur tinutuan, Pisang goroho dan sambal roa, hingga cakalang fufu sebagai daya tarik kuliner dari Likupang. Makanya, jangan lupa untuk memasukkan Likupang ke dalam wishlist perjalananmu ketika keadaan telah membaik ya! Oh iya, jika sudah tidak sabar menikmati kuliner khas Likupang, buka gadget Anda lalu cek media sosial para pelaku usaha lokal atau #BeliKreatifLokal melalui aplikasi online.

6. Gemu Fa Mi Re (NTT)

 

Foto. Okezone

Maumere da gale kota Ende, Pepin gisong gasong, Le'le luk ele rebin ha. Lagu ini awalnya diciptakan sebagai ucapan selamat datang bagi para tamu yang datang ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lagu ini banyak diisi oleh kearifan lokal, seperti gong waning, salah satu alat musik gendang khas Maumere. Syair lagu ini diambil dari notasi dasar musik. Gemu Fa Mi Re bermakna sebuah kegembiraan. Gerakan-gerakan seperti putar kiri putar kanan dalam tari lagu itupun melambangkan keceriaan.

Jika familiar dengan lagu ini, pasti sudah tak asing dengan Maumere. Maumere merupakan Ibu Kota Kabupaten Sikka, jika berbicara tentang Maumere maka akan terbayang keindahan destinasi wisatanya, mulai dari pemandangan di Bukit Nilo, melihat pembuatan kain ikat di Desa Watublapi, hingga eksotisnya sunset di Pantai Kajuwulu. Kota ini memiliki destinasi wisata lengkap, mulai dari buatan, alam, hingga kulinernya. Kuliner khas Maumere yang dapat diajadikan oleh-oleh seperti sorgum, madu hutan, hingga anyamannya. Selagi situasi masih pandemi, sangat disarankan untuk Anda #BeliKreatifLokal oleh-oleh ini melalui daring ya!

7. Apuse (Papua)

 

Foto. Wonderfulimage.id

Apuse kokon dao, Yarabe soren doreri, Wuf lenso bani nema baki pase. Lagu ini merupakan salah satu lagu daerah yang berasal dari Papua. Lagu Apuse bercerita tentang seorang anak yang akan pergi merantau ke Teluk Doreri.

Dia lalu berpamitan dengan kakeknya. Lirik lagu Apuse pun secara keseluruhan memiliki arti dalam. Di antaranya, kakek nenek yang melepas kepergian anak yang akan yang merantau.

Di Papua selain Teluk Doreri, tentunya masih banyak tempat indah lainnya yang bisa Anda kunjungi jika keadaan telah membaik ya! Mulai dari destinasi terkenal Raja Ampat, Puncak Jayawijaya yang menantang, atau menikmati danau yang indah yaitu Danau Paniai. Jika belum cukup dengan keindahan alamnya, Papua juga memiliki oleh-oleh khas seperti sagu lempeng, abon gulung, hingga batiknya. Pandemi masih mengharuskan Anda mengurangi mobilitas, jadi #BeliKreatifLokal oleh-oleh khas Papua ini secara online saja ya, melalui media sosial para pelaku usaha lokal atau e-commerce pilihan Anda.

Lagu daerah di atas bisa Anda pelajari di rumah bersama anggota keluarga. Sambil belajar menyanyikan lagu daerah, Anda juga bisa berpartisipasi mengikuti Video Kompetisi TikTok Hashtag Challenge #DiIndonesiaAja untuk periode kompetisi 27 Juni sampai dengan 27 Agustus 2021. Caranya sangat mudah, Anda hanya tinggal membuat konten kreasi video TikTok berdurasi maksimal 15 detik.

Jangan lupa untuk menggunakan efek #DiIndonesiaAja dan backsound jingle ‘Aku Cinta Indonesia’. Upload video kreasi tersebut dengan hashtag #DiIndonesiaAja dan mention @indonesia.travel. Pastikan akun TikTok Anda tidak di-private, ya. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa saldo uang elektronik sebesar 250 ribu rupiah dan merchandise eksklusif Wonderful Indonesia untuk 20 orang pemenang.

Mudah bukan? Tunggu apalagi, yuk segera ikutan! Follow juga akun TikTok @indonesia.travel dan akun Instagram @pesonaid_travel untuk mendapatkan lebih banyak informasi seputar pariwisata dan produk kreatif lokal #DiIndonesiaAja.

 

 Foto. Wonderfulimage.id

Menparekraf mengatakan, menumbuhkan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak bisa lepas dari pengembangan ide-ide dan produk kreatif berdasarkan pada kekuatan intelektual, seni budaya lokal, dan teknologi sesuai perkembangan zaman.

“Kekayaan seni budaya lokal menjadi bagian identitas yang penting dalam industri kreatif. Karena dapat menjadi ikon yang melibatkan masyarakat dan dapat mempromosikan kekayaan seni budaya itu sendiri,” ujar Menparekraf.

Sebagai warga negara yang baik, kita juga wajib mendukung upaya Pemerintah dalam memerangi pandemi agar terwujud #InDOnesiaCARE, seperti disiplin menerapkan 6M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan, dan menghindari makan bersama.

Di samping itu, Anda juga harus memiliki kesadaran akan pentingnya vaksinasi agar tercipta kekebalan tubuh dari ancaman virus corona demi #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh. Yuk, segera lakukan vaksinasi Covid-19 bagi yang belum, ya! CM



Sumber : okezone.com

0 comments: