Cerita Nyata Remaja Jalankan Bisnis Narkoba Diangkat dalam Film Oleh Netflix

Jumat, Agustus 13, 2021 Majalah Holiday 0 Comments




    Di sebuah kota bernama Leipzig, Jerman, seorang remaja menjalankan bisnis narkoba. Cerita ini kemudian diangkat oleh Netflix ke dalam film.

Remaja yang mengedarkan narkoba secara online -- itulah tema cerita salah satu serial Netflix: "How to Sell Drugs Online (fast)” alias "Bagaimana Cara Menjual Narkoba Lewat Online (Secara Cepat)". Serial itu memenangkan penghargaan.

Pembuat serial tersebut terinspirasi oleh kisah nyata gembong narkoba remaja Jerman: Maximilian Schmidt, demikian dikutip dari laman DW Indonesia, Kamis (12/8/2021).

Netflix menindaklanjuti serial laris itu dengan film dokumenter "Shiny Flakes: The Teenage Drug Lord”. Film ini mengungkapkan bagaimana, pada usia 18 tahun, Schmidt membangun kerajaan obat bius yang dia beri nama "Shiny Flakes " -- dari kamar tidurnya pada tahun 2013. Keluarganya sama sekali tidak menyadari hal tersebut

"Pada awalnya saya merasa gugup akan hal itu," kata Schmidt dalam film tersebut.

Dia sadar akan melakukan sesuatu yang ilegal dan takut bahwa "polisi akan datang."

Sutradara Jerman Eva Müller menemani Schmidt selama beberapa tahun. Timnya dengan susah payah membangun kembali kamar tidur masa kecilnya, hingga ke perabotan dan seprai yang sama persis seperti dulu.

Dia menyuruhnya memerankan kembali adegan demi adegan, mengobrol dengan pemasok palsu, mengemas pil merah muda yang sebenarnya permen di dalam kantong-kantong. Müller berbicara dengannya, mewawancarai pengacaranya, direktur penjara, jaksa penuntut umum, dan pakar psikologi yang mendampingi Schmidt.

Dalam percakapan email dengan DW, Müller mengatakan bahwa ide film tersebut adalah untuk mencari jawaban atas pertanyaan: Bagaimana seorang anak muda, yang tidak pernah terlibat kriminal, berubah menjadi kriminal dengan duduk di depan komputernya di rumah?

Selama lebih dari setahun, Schmidt menjual lebih dari 900 kilogram hashish, kokain, ekstasi, LSD, dan obat resep, demikian menurut laporan media. Pemuda itu mengirimkan barang-barang ini melalui pos ke seluruh dunia, secara efektif menggunakan tukang pos sebagai kurirnya yang tidak curiga.

Sumber :Liputan6

0 comments: