Disiapkan Menjadi Destinasi Wisata Religi, Masjid Jami Al Mansur Direvitalisasi

Senin, Agustus 16, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Masjid Jami Al Mansur yang berada di Kampung Sawah Tambira Jakarta Barat diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi seperti Masjid Luar Batang. Pemerintah DKI Jakarta pun akan melakukan pemugaran sekaligus revitalisasi arsitektur masjid yang telah berdiri sejak 1717 itu.

 

 

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Rekomendasi Pemugaran Nomor 4492/-1.853.15 tanggal 26 Juli 2021 terkait revitalisasi arsitektural Masjid Jami Al Mansur Jakarta Barat. Pemugaran membutuhkan surat rekomendasi karena masjid itu merupakan bangunan cagar budaya.

"Penerbitan surat rekomendasi pemugaran merupakan bagian dari upaya pelindungan terhadap bangunan cagar budaya," kata Iwan dalam keterangannya, Ahad, 15 Agustus 2021.

 

 

Masjid Jami Al Mansur dibangun oleh Abdul Mihit atau Abdul Mukhit, putra Pangeran Cakrajaya dari Kerajaan Mataram Islam. Awalnya, masjid ini bernama Masjid Jami Kampung Sawah yang kemudian berubah nama dengan mengambil nama Guru Mansur (1878-1967).

 

Guru Mansur yang memiliki nama lengkap Muhammad Manshur bin Imma Abdul Hamid adalah piut atau canggah dari Abdul Mukhit. Penyebutan "Guru" bagi masyarakat Betawi diberikan kepada ulama yang diakui sebagai pakar dan kedalaman ilmu agamanya sehingga diakui otoritasnya untuk mengeluarkan fatwa.

 

Banyak peristiwa penting bersejarah terjadi di masjid ini. Masjid ini bukan saja berperan penting dalam kegiatan ibadah, namun juga menjadi tempat berlindung para pejuang kemerdekaan dan pernah dijadikan markas para pejuang kemerdekaan. Peristiwa penting tersebut terjadi ketika baku tembak antara pasukan pejuang kemerdekaan dengan tentara NICA yang masuk melalui Pelabuhan Sunda Kelapa.

 

Menurut Iwan, pemugaran Masjid Jami Al Mansur ini dirancang sebagai wisata religi baru DKI Jakarta, bersaman dengan Masjid Al Alam Marunda, Masjid Jami Luar Batang dan Gereja (GPIB) Immanuel Jakarta. Maka revitalisasi dilakukan untuk menata kawasan masjid tersebut.

 

Rencananya, tiga unsur utama pada situs, yaitu bangunan utama masjid, makam dan minaret akan diperlihatkan pada fasad terdepan. Hal ini agar masyarakat sekitar, jamaah dan pengunjung dapat mengapresiasinya.

 

Bangunan masjid Jami Al Mansur yang sekarang sisinya tertutup ini akan dirancang menjadi lebih terbuka dan mudah diakses agar nilai masjid sebagai masjid komunitas tetap terjaga. Pintu masuk utama masjid ini akan dikembalikan kepada bentuk awalnya ketika pertama kali masjid dibangun yang diperkuat dengan pengelolaan fasad. "Begitu pula dengan penambahan-penambahan fasilitas pendukung yang tetap mempertahankan zoning asli masjid," kata Iwan.

 


 

Sumber :Tempo.co

0 comments: