Garut PPKM Level 2, Destinasi Wisata Dibuka

Rabu, Agustus 25, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Garut menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Hal tersebut diketahui setelah pemerintah mengumumkan status PPKM leveling di seluruh kabupaten/kota se-Jawa dan Bali.

 

 

Nurdin menyebut bahwa dengan masuknya Garut ke level 2, maka dipastikan akan ada sejumlah pelonggaran. Pelonggaran tersebut mulai dari dibukanya perkantoran di lingkungan pemerintah Kabupaten Garut, sector kritikal, termasuk tempat wisata.

 

"Sektor kritikal artinya seratus persen seperti perbankan, mall ada di 50 persen, wisata ada di lima puluh persen," sebutnya, Selasa.

 

Walau begitu, menurut Nurdin, masyarakat Kabupaten Garut jangan terbuai dengan PPKM level 2 karena ancaman penyebaran virus corona masih terjadi. “Protokol Kesehatan harus tetap dilakukan dengan ketat oleh semuanya,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan mengatakan bahwa pihaknya sudah menyebarkan surat edaran terkait pembukaan tempat wisata.

 

“Karena Garut masuk ke level 2, jadi sesuai Inmendagri, destinasi wisata sudah bisa dibuka namun dengan pembatasan 25 persen dan menerapkan prokes,” katanya.

 

Meski tempat wisata sudah boleh dibuka, menurut Budi, pihaknya belum menerima arahan terkait syarat kepada para wisatawan seperti wajib sudah vaksin Covid-19 dan lainnya. Namun walau demikian, pihaknya akan memfokuskan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) di hotel, restoran, hingga destinasi wisata.

 

“Di CHSE itu kan pelayanan dipastikan aman dan bersih. Untuk syarat wisatawan harus sudah divaksin atau menunjukkan PCR, kita belum ke sana. Tapi akan ditindaklanjuti ke depan,” ungkapnya.

 

Di Kabupaten Garut, dijelaskan Budi, saat ini sudah ada 78 unit hotel dan restoran yang memiliki sertifikasi CHSE. Walau begitu pihaknya akan tetap melakukan pemantauan penerapannya, khususnya di destinasi wisata.


 

Sumber : merdeka.com

0 comments: