Keunikan Pakaian Adat Riau, Kebaya Labuh dan Teluk Balanga

Kamis, Agustus 12, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Pakaian Adat Riau (Foto : Facebook/Mimil Gustin)


PAKAIAN Adat Riau menjadi salah satu keanekaragaman budaya di Indonesia. Setiap daerah memang memiliki kekayaan budaya masing-masing yang tentunya harus dilestarikan. 

Salah satunya seperti yang dimiliki oleh Riau, salah satu provinsi yang berada di pulau Sumatera. Untuk pakaian adat, Riau memiliki yang disebut dengan teluk belanga sebagai pakaian adat untuk pria dan kebaya labuh untuk perempuan.

Meski namanya berbeda, secara cutting desain pakaian adat Riau ini hadir dengan desain yang sama, yakni dirancang dengan bentuk yang loose atau dengan kata lain baju kurung yang longgar, sedikit banyak sebagai perwujudan budaya khas Melayu yang memang kental dan dekat di Riau.

Pakaian Adat Riau

(Pakaian Adat Riau/Foto: Facebook Mimil Gustin)

Sebagaimana menghimpun Andalastourism, Kamis (12/8/2021) jika biasanya baju kurung disematkan kancing di bagian tengahnya tapi justu teluk belanga dan kebaya labuh ini tidak ada kancingnya sama sekali. Untuk kebaya labuh, bahkan tidak ada bagian kerah yang kaku bisa dilipat dan dirancang dengan panjang lebih dari lutut orang dewasa. Ditambah pemakaian tudung, dikalungkan ke leher untuk menutupi rambut dan bagian dada.

Sementara teluk belanga, yang dipakai oleh pria terdiri dari baju kurung dan celana panjang ditambah aksesori yakni kain sarung yang diikat di bagian kaki dengan panjang hingga lutut. Kain tambahan di kaki ini bernama tanjak yang dibuat dari kain songket. Dilengkapi dengan headpiece sebagai aksesori pelengkap, songko berbentuk segi empat yang dikenakan di kepala.

Menariknya, baju teluk belanga disebutkan biasanya hanya hadir dengan satu jenis warna senada untuk atasan dan bawahan, serta hanya disematkan satu kancing, tepatnya di bagian kerah. Seperti pakaian adat tradisional lainnya, kebaya labuh dan teluk belanga ini juga dikenakan masyarakat Riau dalam momen spesial, upacara adat dan yang paling sering biasanya, gelaran prosesi pernikahan.

Secara filosofi, teluk belanga dan kebaya labuh sebagai pakaian adat tradisional Riau disebutkan mengandung nilai-nilai filosofi seperti nilai semangat, syukur, nilai kejujuran dari masyarakat Riau.

Warna-warna pada baju teluk belanga dan kebaya labuh ternyata punya maknanya sendiri. Mengutip Perpustakaan.id, pertama warna hijau lumut yang sering dipakai oleh keturunan bangsawan, Tengku dan Wan melambangkan kesuburan, kesetiaan, taat, dan kepatuhan.

Pakaian Adat Riau

(Pakaian Adat Riau/Foto: Pinangpaleo.com)

Lalu ada warna kuning keemasan, yang dimaknai sebagai kebesaran, otoritas dan kemegahan. Mengingat warna ini identik dengan warna masa kejayaan Kerajaan Siak, Riau Lingga, Indragiri dan Pelalawan, maka warna kuning emas ini konon adalah warna yang tak boleh dipakai oleh rakyat biasa.

Selanjutnya ada merah darah, yang memiliki arti kepahlawanan dan keberanian, taat dan setia kepada Raja dan rakyat. Lalu terakhir, warna hitam yang melambangkan kesetiaan, ketabahan dan bertanggung jawab dan kejujuran.



Sumber : okezone.com

0 comments: