Kisah Anak Kebun Riau Bertugas Jadi Anggota Paskibraka di Istana Merdeka

Rabu, Agustus 18, 2021 Majalah Holiday 0 Comments



     Dwita Okta Amelia Herdian. Gadis 16 tahun itu adalah putri pasangan Heri (51) dan Nurdiana Ritonga (44). Keduanya merupakan karyawan Perkebunan Sawit Nusantara V, unit kebun Sei Intan di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Tepat hari ini, Selasa (17/8/2021), Dwita, begitu gadis itu akrab disapa, menyedot jutaan pasang mata seluruh rakyat Indonesia. Ia menjadi salah satu pasukan pengibar Sang Saka Merah Putih di halaman Istana Merdeka.

Kepada wartawan, karyawan Pabrik Kelapa Sawit itu mengaku tak pernah menyangka Dwita bakal menjadi perwakilan Provinsi Riau untuk ambil bagian dalam momen bersejarah tersebut. Terlebih lagi, Dwita berasal dari SMA Negeri I Kunto Darussalam, sebuah sekolah yang awalnya jauh dari perhitungan, tapi mampu mengalahkan ratusan peserta sekolah favorit nan unggulan.

"Saya mendukung. Teman-teman di kantor juga memberikan doa. Tapi tidak pernah saya berani membayangkan dia akan berada di sana. Berdiri mengibarkan bendera di Istana Merdeka," kata ayah Dwita dengan mata berkaca-kaca, dilansir Antara

Hal itu tak lain karena Dwita dikenal anak yang nyaris jarang keluar rumah sepulang sekolah. Tapi, satu yang pasti, Dwita anak berprestasi. Dia melahap semua pelajaran dan ekstrakurikuler di sekolahnya dengan mantap.

Heri telah mengabdi di perusahaan perkebunan milik negara PTPN V sejak 1991. Namun, dia mengatakan Agustus 2021 inilah yang menjadi momen paling besar pernah ia rasakan. Selain Dwita mengharumkan nama keluarga, ia akan menancapkan 30 tahun masa kerjanya di bulan kemerdekaan ini.

Heri mengisahkan, perjalanan Dwita yang bercita-cita menjadi anggota Polri tersebut untuk menjadi bagian Paskibraka di Istana Merdeka cukup panjang.

"Saat itu dia bilang ke saya, meminta doa saya dan ibunya untuk ikut seleksi Paskibraka. Dia ingin sekali menjadi bagian pengibar bendera di Jakarta," ujarnya.

Perjalanan panjang Dwita hingga ke Jakarta diawali dari tingkat paling bawah, tingkat kecamatan. Satu per satu tahapan di jalani dengan tekun dan doa. Hingga akhirnya, nama siswa kelas Xl MIPA 1 itu muncul untuk lanjut ke tahapan seleksi kabupaten. Terdapat ratusan siswa yang mengikuti seleksi itu.

Ia terpilih untuk lanjut seleksi tingkat provinsi di Pekanbaru. Bendera perjuangan kembali dikibarkan dengan ratusan pelajar terbaik Bumi Lancang Kuning ini.

Sempat khawatir akibat pandemi Covid-19, Heri pun ikhlas melepas putri kesayangannya dari desa ke kota. Seleksi di Pekanbaru berlangsung selama empat hari, sejak 19 Mei hingga 22 Mei 2021. Pada hari terakhir, teleponnya berdering, terdengar isak tangis nun jauh di ujung gawai. Dwita terpilih untuk berada di Istana Merdeka mengibarkan Merah Putih di hadapan Kepala Negara.

Dia mengaku sempat tidak percaya. "Saya bangga sekali. Teman-teman di tempat kerja juga begitu bangga. Ada anak kebun yang berhasil lolos ke tingkat nasional," ujarnya.

Anak kebun adalah istilah yang akrab disematkan kepada para anak karyawan PTPN V.


Sumber :Liputan6

0 comments: