Kisah Para Penyintas Covid-19: Cara Mereka Sembuh, Pahit Getir Hingga Cerita Seram di Kamar Isolasi

Sabtu, Agustus 14, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Kisah para penyintas Covid-19 di Indonesia ini bisa jadi pelajaran berharga bagi masyarakat kita.

 

Kisah itu mengungkap tentang banyak hal menarik untuk disimak dan dijadikan contoh positif,'

 

 kisah-kisah tentang semangat mereka berjuang melawan virus corona, cara mereka bertahan ketika virus menyerang tubuh, cerita tentang pahit getir hingga kisah menyeramkan saat berada di kamar isolasi rumah sakit.

 

Cerita itu terangkum dalam program Cerita Penyintas Covid-19 bersama Pemimpin Redaksi Bangka Pos Ibnu Taufik Juwariyanto atau Om Ufi yang ditayangkan secara live streaming di Facebook dan YouTube Bangka Pos

 

Sugesti Jadi Obat Mujarab bagi Lukman

Perasaan tak karuan berkecamuk di hati Lukman Hakim saat harus terpapar Covid-19.

 

Pikiran Lukman langsung kacau, ia tak dapat berlapang dada ketika surat rapid tes antigen dari Puskesmas di Surabaya, Jawa Timur diterima pada tanggal 15 Juli 2021 malam sekitar pukul 20.00 WIB setelah ia memeriksakan diri karena mengalami anosmia.


Bahkan di benak Ketua Rukun Tetangga (RT) di Surabaya ini langsung terbesit membutuhkan tabung oksigen usai surat itu Lukman terima. Padahal kondisinya saat itu Lukman tak memiliki gejala seperti sesak napas sama sekali.

 

Hal itu Lukman ceritakan saat live streaming Cerita Penyintas Covid-19 bersama Pemimpin Redaksi Bangka Pos Ibnu Taufik Juwariyanto atau Om Ufi, Rabu.


 
“Saya panik ketika ada surat itu, saya bingung. Terus saya bilang saya butuh oksigen padahal saya belum sesak napas dan harus stok tabung oksigen aneh memang,” kata dia.

Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Alumni Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini mengaku awal dirinya memiliki gejala Covid-19 yakni pada Sabtu, tanggal 10 Juli 2021 malam. Pada saat itu ia merasa tak enak badan.

 

Meskipun tak enak badan keesokan harinya ia tetap harus melakukan kerja bakti, karena itu sudah menjadi agenda rutin di wilayahnya.


Saat itu pula Lukman masih sempat bersenda gurau dan minum kopi bersama dengan masyarakatnya. Lalu, malam harinya tiba-tiba suhu badannya terasa panas, tak mau ambil risiko ia langsung meminum obat penurun panas milik anaknya, namun dirinya belum curiga jika terpapar Corona.

 

Hingga demam itu hilang setelah Lukman banyak-banyak mengkonsumsi air putih selama lima hari.

 

“Saat itu sudah melebihi jam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM-red) di Surabaya, tidak ada toko yang buka sampai obat penurun panas anak itu sempat saya minum dan kemudian turun panasnya. Alhamdulillah setelah itu (Minum air putih-red) panas turun,” terang Lukman.



Pedangdut Yendri Dua Kali Positif Covid-19

Pedangdut Yendri mengaku pernah positif Covid-19 dua kali.

 

Kenyataan itu dia ungkap saat melakukan live streaming cerita penyintas Covid-19 yang dipandu Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwariyanto, Senin malam.

 

Sontak pengakuan tersebut membuat Om Ufi sapaan akrab Taufik terkejut saat mendengarnya. Lantas pedangdut jebolan ajang pencarian bakat ini menceritakan dirinya terpapar virus Corona itu.

 

Yendri mengaku pertama kali positif terinfeksi Covid-19 pada 26 Desember 2020 lalu.

 

Saat itu sebelum terkonfirmasi Covid-19, Yendri mengaku memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta, kemudian mengunjungi beberapa tempat di Pulau Bangka.


Sontak pengakuan tersebut membuat Om Ufi sapaan akrab Taufik terkejut saat mendengarnya. Lantas pedangdut jebolan ajang pencarian bakat ini menceritakan dirinya terpapar virus Corona itu.

 

Yendri mengaku pertama kali positif terinfeksi Covid-19 pada 26 Desember 2020 lalu.

 

Saat itu sebelum terkonfirmasi Covid-19, Yendri mengaku memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta, kemudian mengunjungi beberapa tempat di Pulau Bangka.

 

Oka Hamid sudah dua kali harus melawan Covid-19 dengan optimisme yang dibangunnya.

 

Ketua Pewarta Foto Indonesia Yogyakarta ini mengaku saat pertama terpapar, tidak ada pikiran buruk karena Covid-19.

 

Dikisahkannya, pertama kali terpapar Covid-19 itu pada bulan Maret, setelah vaksin Sinovac kedua.

Secara pribadi, dia membantah alasan terpapar Covid-19 itu disebabkan oleh vaksin.

 

Pasalnya, dia memahami vaksin itu berisi virus yang telah dilemahkan dan akan membentuk imunitas yang bisa mencegah virus corona.

 

Terdeteksi positif Covid-19, bermula dari badan drop, kemudian terniat untuk memeriksakan diri dengan test antigen hasilnya negatif, setelah itu PCR, baru dinyatakan positiif Covid-19.

 

Alasan memeriksakan diri, karena kesadaran diri agar tidak menularkan kepada orang sekitar.

 

"Perasaan pertama kena merasa gejala, waswas sih tidak tapi langsung mikir waduh kena covid ini, langsung inisiatif isolasi mandiri, kemudian dilakukan pemeriksaan, positif PCR," ujar Oka saat live streaming dalam program Kisah Sukses Para Penyitas Melawan Covid-19, Bangka Pos di Facebook, Senin.





 

Sumber :Bangkapos.com

0 comments: