Konflik Kekuasaan di Keraton Kasepuhan, Wali Kota Cirebon Janji Tak Ikut Campur

Selasa, Agustus 31, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Keraton Kasepuhan digembok (Foto: Okezone/Fathnur)


CIREBON - Dualisme kekuasaan di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, yang berujung bentrok pada pekan lalu menyita perhatian sejumlah kalangan. Tidak terkecuali Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.

Ia meminta agar kedua belah pihak bisa mendahulukan kepentingan, untuk menjaga kelestarian keraton sebagai salah satu cagar budaya.

"Mohon dengan segala hormat kepada seluruh pihak yang bertikai dahulukan kepentingan yang lebih besar, yakni menjaga kelestarian budaya keraton dan jaga keraton sebagai cagar budaya," kata Azis kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Menurut Azis, baik Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, maupun Sultan Sepuh Aloeda II Raden Rahardjo Djali, merupakan pemangku budaya. Untuk itu, kedua pihak tersebut memiliki tanggung jawab menjaga marwah Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Termasuk pihak yang sekarang berkonflik untuk menjaga marwah keraton sebagai cagar budaya dan warisan sejarah, yang harus dipertahankan dan dikembangkan," ujar Azis.

Dalam konflik perebutan kekuasaan di Keraton Kasepuhan, Azis menegaskan Pemerintah Kota Cirebon tidak akan ikut campur. Ia menjelaskan, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menjaga Keraton Kasepuhan sebagai cagar budaya.

"Pemkot tidak akan pernah ikut campur soal itu. Yang jelas pemerintah akan hadir kalau polemiknya sudah mengganggu kelestarian cagar budaya. Yang jadi kewajiban pemerintah adalah bagaimana melindungi cagar budaya," jelasnya.

Keraton Kasepuhan Cirebon, tambah Azis, merupakan salah satu aset penting bagi negara Indonesia. Untuk itu, ia berharap supaya kedua pihak yang berkonflik di dalam keraton, dapat mendahalukan hal yang jauh lebih penting, yaitu menjaga keberadaan Keraton Kasepuhan.

"Jangan sampai ada konflik kemudian masyarakat umum tidak bisa menikmati berwisata keraton, lihat keragaman budaya Cirebon. Ini harus dipikirkan pihak yang berpolemik bahwa ada kepentingan yang jauh lebih besar," ucap dia.

Seperti diketahui, dua kelompok yang diduga merupakan pendukung Sultan Sepuh XV, PRA Luqman Zulkaedin, dan Sultan Sepuh Aloeda II, Raden Rahardjo Djali, terlibat bentrok di lingkungan keraton, Rabu 25 Agustus 2021 siang.

Pertikaian antara kedua kelompok ini terjadi sekitar pukul 12.50 WIB. Dalam bentrokan ini, mereka saling serang menggunakan batu. Petugas kepolisian yang berada di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon langsung berusaha meredam kericuhan tersebut.

Aksi saling lempar batu ini terjadi sekitar 30 menit. Bentrokan berhasil dihentikan setelah petugas kepolisian masuk ke dalam area Keraton Kasepuhan Cirebon.

Selain bentrokan tersebut, kericuhan di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon juga terjadi pada Rabu pagi. Tepatnya, di Bangsal Jinem Pangrawit ketika Rahardjo melantik perangkat Keraton Kasepuhan Cirebon versinya sendiri.




Sumber : okezone.com

0 comments: