Kronologi Penangkapan Richard Lee dan Penetapannya sebagai Tersangka

Kamis, Agustus 12, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2021 08 12 33 2454416 kronologi-penangkapan-richard-lee-dan-penetapannya-sebagai-tersangka-x0Yi5PqiTF.jpg

Razman Arif Nasution buka suara terkait penangkapan paksa kliennya, dokter Richard Lee. Melalui konferensi pers yang digelar di kediaman sang dokter, dia membeberkan kronologi penangkapan kliennya. 

Pada 11 Agustus 2021, sekitar pukul 07.00 WIB, Razman yang berada di Semarang mendapat telepon dari kliennya. “Klien saya terdengar ketakutan dan bilang, ‘Bang, saya didatangi pihak Polda Metro Jaya’,” ujarnya. 

Kronologi penangkapan Richard Lee. (Foto: YouTube/dr. Richard Lee, MARS)

Dari pengakuan Richard Lee, pihak penyidik Polda Metro Jaya menjemputnya terkait pelanggaran UU ITE yang dilaporkan Kartika Putri. Razman kemudian menghubungi timnya yang berada di Sumatera Selatan. 

“Kepada timnya di lapangan, penyidik mengaku, datang sesuai perintah untuk memeriksa ponsel saudara Richard Lee terkait dengan Instagram. Itu bahasa yang disampaikan pada saya. Kemudian saya tanya, apakah Richard Lee akan dibawa? Mereka bilang, tidak,” tuturnya. 

Sayang, pihak penyidik menurut Razman, justru datang dengan surat perintah penangkapan dan surat penetapan sebagai tersangka. Saat diminta untuk menunggu kehadiran Razman, pihak penyidik menolaknya.

Razman Arief Nasution menambahkan, “Saya sampai bilang sama penyidik, ‘Tunggu saya! Insya Allah, sebentar lagi saya sampai’. Tapi kenapa mereka tidak mau menunggu? Saya ini, kuasa hukum Richard Lee, meski ada tim saya di sana. Mereka (penyidik) bilang, enggak mau lagi ngomong sama saya.”  

Dia menyatakan, sejauh ini dirinya maupun sang klien belum pernah menerima surat putih pemberitahuan penetapan status tersangka. Karena itu, dia cukup terkejut ketika kliennya langsung ditetap sebagai tersangka, tanpa haknya untuk didampingi kuasa hukum. 

Karena itu, Razman siap melaporkan penyidik yang membawa Richard Lee secara paksa ke Kompolnas hingga Presiden. Apalagi, penyidik yang bertugas membawa kliennya dengan kurang baik dan sopan. 


Lebih lanjut Razman mengatakan, “Jika terjadi apa-apa pada dia, saya akan tuntut kalian! Saya akan bawa persoalan ini sampai Kompolnas, Kapolri, Komisi III DPR RI, dan Presiden. Karena kita punya prinsip penegakan hukum tidak boleh dilakukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Harus dengan cara yang benar dan humanis,” katanya. 

Karena itu, menurut Razman, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk meminta gelar perkara sesuai peraturan kapolri. Dia menilai, kasus itu sebenarnya remeh namun kliennya diperlakukan dengan tidak baik dan sopan. 

“Saya tidak mungkin menghalangi klien saya kalau Anda benar. Jadi saya minta sekali lagi dalam hal penegakan hukum, marilah kita sama-sama melaksanakan kewajiban kita,” ujar kuasa hukum dokter Richard Lee tersebut.*


Sumber : okezone

0 comments: