Manny Pacquiao vs Yordenis Ugas, Value Bisnis Turun tapi Tetap Keras

Senin, Agustus 16, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Mundurnya Errol Spence Jr dari jadwal tarung dua pekan jelang laga yang sudah dijadwal melawan Manny the Pacman Pacquiao, bukan hal yang aneh. Apalagi dokter tim menemukan ada cedera robek di mata sang juara dunia kelas welter WBC dan IBF. 

 

Dari segi bisnis, batalnya Spence membuat value bisnis, menurun secara otomatis. Maklum, sudah lebih dari tiga bulan woro-woro perang bintang, sudah dimulai. Tapi seperti kata pepatah, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, semua berantakan. Beruntung Pacquiao tetap mau manggung dengan mengganti lawan, Yordenis Ugas, juara dunia kelas Welter versi WBA. 

 

Selain itu, kisah mundur atau digantinya lawan dalam laga tinju pro, ya biasa saja. Ada banyak petinju yang demikian, meski ada beberapa yang berani melawan keputusan dokternya. Sugar Ray Leonard dan Evander Holyfield, misalnya. Mereka tetap maju dan hingga hari ini tetap sehat. 

Leonard, member of the Fabulous Four, dinyatakan cedera berat di matanya selepas melawan Thomas Hearns, di Caesars Palace, Las Vegas, Nevada (12/6/1989). Duel itu berakhir draw, dan masing-masing gelar super middleweight WBC tetap milik Leonard, dan WBO juga tetap milik Hearns. 

 

Sugar Ray Leonard, kecewa berat. Semua anggota tim meminta sang jagoan mengikuti pendapat dokter. Keputusan sangat berani dan mengejutkan dilakukan Leonard. Laga ke-38 nya melawan Roberto Duran, juga anggota the Fabulous Four yang sudah dijadwal (7/12/1989) di The Mirage, Paradise, Las Vegas, Nevada, tidak dibatalkan. Dan di laga itu, Leonard menang angka. 

 

Begitu juga dengan Evander Holyfield, juara dunia kelas berat WBA/IBF. Jelang pertarungan pertamanya melawan Lennox Lewis (13/3/199) di Madison Square Garden, New York, dokternya menyatakan ada masalah besar di jantung Holyfield. Serupa dengan Leonard, ketika semua anggota tim dan manajemen memintanya berhenti, the Real Deal menolaknya. Di laga univikasi dengan gelar Lewis, WBC, berakhir draw. 

 

Saya tidak ingin mengatakan Spence cengeng apalagi takut. Setiap orang tentu punya perhitungan masing-masing, dan itu harus kita hormati. Dua contoh di atas hanya penjabaran fakta saja. 

 

Mirip

 

Akan halnya Yordinis Ugas, juara dunia kelas Welter versi WBA, dipilih menggantikan Spence, dua minggu sebelum laga, justru mengingatkan saya pada Pacman, 20 tahun silam. Bedanya Ugas saat ini juara dunia, sementara Pacman saat itu menyandang mantan juara dunia. 

 

Setelah kehilangan gelar juara dunia kelas terbang versi WBC, dari petinju Thailand, Midgoen Singsurat (18/12/199), Pacquiao seperti frustasi. Padahal laga melawan petinju Thailand itu bukan kejuaraan, tetapi karena kalah KO-2, secara otomatis gelar dicabut. 

 

Enam kemenangan berturut-turut selepas laga itu, seluruhnya ia menangkan dengan KO/TKO, tapi itu tetap tak mampu menghapus bayang menyakitkan. Maka terbanglah ia ke Amerika, tepatnya ke San Fransisko, California. 

 

Singkatnya ia mendatangi Freddie Roach, pelatih top di Los Angeles. Niatnya ia ingin berlatih di sana. Tapi Roach mengacuhkannya. Modal mantan juara kelas terbang WBC, tidak membuat sang pelatih para juara itu mau menerimanya. Tapi karena  kesungguhannya, Roach akhirnya mau juga menampungnya di the Wild Card Gym, West Hollywood, California. 

 


 

Sumber : viva.co.id

0 comments: