Perempuan Singapura Dipenjara 2 Bulan karena Aniaya TKI

Jumat, Agustus 27, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Seorang perempuan Singapura dihukum penjara 9 pekan atau sekitar 2 bulan karena menganiaya asisten rumah tangga (ART) tenaga kerja Indonesia (TKI). 

 

Pelaku, Nurhuda Othman (38), menganiaya korban, Neni Jayanti (32), menyebabkan luka di kaki, tangan, dan mata, karena tak puas dengan pekerjaannya. Dalam sidang pada Kamis  di pengadilan distrik, Nurhuda mengaku bersalah atas perbuatannya terhadap Neni.


"Ini sebagai fakta, asisten rumah tangga merupakan kelompok rentan (kekerasan) dari orang-orang yang tinggal bersamanya dan sangat bergantung kepada majikan selama masa kerja," kata hakim Marvin Bay, dikutip dari The Straits Times. Neni mulai bekerja di flat Nurhuda di Geylang East Central pada 29 Januari 2018. Tugasnya memasak dan menjaga anak-anak sang majikan yang saat itu berusia antara 2 dan 15 tahun.

Pada satu waktu, Nurhuda menilai Neni bekerja terlalu lambat serta mencaci maki penampilannya. Perempuan tiga anak itu juga memaksa Neni melakukan squat dengan alasan mengantuk saat kerja.


Pada Mei 2019, dia memukul lengan Neni dengan tangan kosong. Nurhuda juga menganiaya korban pada 12 Juni dengan mendorongkan papan setrika ke arahnya. Papan menimpa kaki kanan korban, membuatnya menangis kesakitan. Selain itu Nurhuda juga memukul tangan kiri dan mata kiri korban.

 

Sehari setelah kejadian itu, Nurhuda dan keluarganya berlibur ke luar negeri. Kemudian pada 15 Juni, Neni memberikan diri melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. Petugas lalu membawa Neni ke Rumah Sakit Umum Changi dan didapati beberapa luka termasuk di kaki kanan.

  

Atas kejadian itu, Nurhuda sudah membayar 4.000 dolar Singapura lebih atau sekitar Rp43 juta kepada Neni sebagai kompensasi. Terpidana harus menyerahkan diri pada Pengadilan Negeri pada 6 September untuk memulai masa hukuman penjara.



 

Sumber : inews.id

0 comments: